
MANOKWARI, TEMPOTIMUR.COM —Pelaksanaan rapat kerja (Raker) dan musyawarah provinsi (Musprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat terancam molor akibat keterbatasan anggaran.
Ketua Karateker KONI Papua Barat, Yohanes C. Sorbu, mengatakan pihaknya saat ini masih berupaya menyiapkan dua agenda penting tersebut di tengah minimnya dukungan pembiayaan.
“Agenda utama kami adalah Raker dan Musprov untuk memilih Ketua Umum periode 2026–2030. Namun, kendala anggaran membuat pelaksanaannya belum bisa maksimal,” ujar Yohanes saat dikonfirmasi,TempoTimur.com melalui Via Whatsapp Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, tim karateker telah menerima perpanjangan surat keputusan (SK) untuk ketiga kalinya. Dalam masa tugas ini, fokus utama adalah menata organisasi serta menyiapkan proses pemilihan kepengurusan definitif.
Yohanes menambahkan, sejumlah cabang olahraga di Papua Barat bahkan telah lebih dulu melaksanakan kegiatan nasional, seperti musyawarah dan rapat kerja, tanpa dukungan penuh dari KONI provinsi.
“Kami belum bisa membantu secara maksimal karena keterbatasan anggaran dari pemerintah daerah,” katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap menargetkan Musprov dapat dilaksanakan pada Oktober atau November 2026, menyesuaikan agenda nasional.
Ia juga mengimbau seluruh cabang olahraga agar segera melaksanakan musyawarah masing-masing, terutama bagi yang masa kepengurusannya telah berakhir, guna memastikan legalitas dan hak suara dalam Musprov nanti.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K















