Batu Bara — Konflik antar nelayan yang melibatkan nelayan Bubu Nago Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara dan nelayan Tonjok Kerang asal Kota Tanjung Balai berhasil diselesaikan melalui mediasi yang dilakukan oleh Unit Polairud Tanjung Tiram bersama Polsek Labuhan Ruku.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, di perairan Tambun Tulang, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara. Konflik bermula saat nelayan Tonjok Kerang dari Tanjung Balai memasuki wilayah perairan Batu Bara untuk melakukan aktivitas pencarian kerang.
Dalam waktu bersamaan, nelayan Bubu Nago Kecamatan Nibung Hangus tengah menarik jaring ikan dan mendapati alat tangkap mereka mengalami kerusakan dan koyak. Kerusakan tersebut diduga kuat akibat aktivitas nelayan Tonjok Kerang yang beroperasi di area yang sama, sehingga memicu ketegangan antar kedua kelompok nelayan.
Mendapatkan informasi tersebut, Kanit Markas Airud Batu Bara, IPDA H. P. Kaban, S.H., M.H., bersama personel Polairud, segera mendatangi lokasi kejadian, kemudian melakukan langkah cepat dengan memediasi kedua belah pihak guna mencegah terjadinya aksi kekerasan.
Untuk sementara waktu, nelayan Tonjok Kerang Tanjung Balai tidak diperkenankan melakukan aktivitas pencarian kerang di perairan tersebut, mengingat nelayan Bubu Nago tengah melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah tengah perairan.
Nelayan Tonjok Kerang Tanjung Balai sepakat untuk mengganti kerugian secara langsung apabila di kemudian hari terjadi kerusakan jaring atau alat tangkap nelayan Bubu Nago akibat aktivitas mereka.
Kedua pihak berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menjaga situasi tetap kondusif.
Sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan, pengumpulan bahan keterangan, monitoring situasi pasca konflik, serta koordinasi intensif dengan Unit Markas Airud Batu Bara.
Kapolsek Labuhan Ruku KOMPOL Cecep Suhendra merekomendasikan agar Bhabinkamtibmas melakukan sambang dan memberikan imbauan kamtibmas kepada para nelayan guna mencegah terulangnya konflik serupa.
Penulis : Ham






















