Tokoh Agama Fakfak Ajak Umat Maknai Isra Mikraj sebagai Fondasi Moral dan Toleransi

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haji Mustaqfirin ajak umat Islam memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW

Fakfak — Tokoh agama Kabupaten Fakfak, Haji Mustaqfirin, mengajak umat Islam untuk tidak sekadar memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW secara seremonial, tetapi benar-benar mengambil makna spiritual dan sosial dari peristiwa tersebut.

Hal itu disampaikan Haji Mustaqfirin saat dikonfirmasi jurnalis TempoTimur.com di kediamannya di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Fakfak Utara, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, pada Rabu pagi (21/1/2026) sekitar pukul 07.55 WIT.

Menurutnya, peringatan Isra Mikraj yang setiap tahun dilaksanakan hendaknya menjadi momentum refleksi bagi umat Islam untuk memahami kembali esensi kewajiban salat lima waktu yang diterima Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra dan Mikraj.

“Isra dan Mikraj mengajarkan kepada kita tentang kewajiban salat lima waktu. Salat adalah perintah wajib dan merupakan perintah yang sangat strategis dalam membangun kehidupan umat,” ujar Haji Mustaqfirin.

Baca Juga  Seru" Mario Pranda menyoroti Pemecatan TKD", Edi Endi Beralibi

Ia menjelaskan, salat memiliki peran penting dalam membentuk peradaban yang bernuansa ilahiah. Sebuah peradaban yang baik, kata dia, harus dimulai dari moralitas yang sempurna, dan moralitas tersebut dapat dibentuk melalui pelaksanaan salat yang benar.

“Salat yang dilakukan umat Islam harus mampu mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar. Jika salat belum bisa memberikan dampak tersebut, berarti salat itu belum dilaksanakan secara sempurna,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya konsentrasi, kekhusyukan, dan keikhlasan dalam menjalankan salat. Salat yang dilakukan dengan fokus dan khusyuk diyakini akan melahirkan individu-individu yang bermoral, yang pada akhirnya membentuk peradaban masyarakat yang aman dan damai.

“Apabila nilai-nilai salat benar-benar dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, maka kondisi masyarakat akan tercipta dalam suasana aman dan nyaman. Ini juga menjadi indikator kuat terbangunnya toleransi dalam kehidupan beragama,” pungkasnya.

Baca Juga  Persiapan KTT IAF Sering Dimonitor Presiden Jokowi melalui WAG Fast Respon Counter Polri

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Hubungan Batu Bara-Malaysia: Lebih Dari Kerja Sama, Ini Ikatan Persaudaraan Serumpun
Tim Media Center Bahagia-Saza Salurkan Bantuan kepada Warga Sakit dan Pengrajin Atap
Ketum PW-FRN Tegaskan Penegak Hukum Harus Fokus Berantas Bandar Narkoba
Jemaah Haji Fakfak Kloter 25 Papua Barat Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci
Agus Flores Ucapkan Selamat kepada Irjen Pol Pipit Rismanto sebagai Kapolda Jabar
Gubernur Papua Barat Riding Bersama Kodam XVIII/Kasuari dan Ikut Latihan Menembak di Yonif 761/Warmare
Agus Flores: Kapolri Semakin Tegas Bersihkan Tambang Ilegal
Kalapas Banyuwangi Kunjungi Kodim 0825, Perkuat Sinergi dan Stabilitas Keamanan Pemasyarakatan

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:04 WIB

Hubungan Batu Bara-Malaysia: Lebih Dari Kerja Sama, Ini Ikatan Persaudaraan Serumpun

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:51 WIB

Tim Media Center Bahagia-Saza Salurkan Bantuan kepada Warga Sakit dan Pengrajin Atap

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:53 WIB

Ketum PW-FRN Tegaskan Penegak Hukum Harus Fokus Berantas Bandar Narkoba

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:49 WIB

Jemaah Haji Fakfak Kloter 25 Papua Barat Resmi Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:54 WIB

Agus Flores Ucapkan Selamat kepada Irjen Pol Pipit Rismanto sebagai Kapolda Jabar

Berita Terbaru

DPRD Murung Raya

Dina Maulidah Apresiasi Pemkab Murung Raya Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:03 WIB

You cannot copy content of this page