Manokwari — Pemerintah Provinsi Papua Barat menegaskan komitmennya dalam menghadirkan SMA Unggulan Taruna Kasuari sebagai sekolah berasrama berkualitas bagi generasi muda Papua. Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, dalam sambutannya pada Kamis pagi (15/1/2026) di Manokwari.
Menurut Gubernur, SMA Taruna Kasuari dirancang secara khusus untuk mencetak siswa-siswi berprestasi melalui sistem pendidikan unggulan yang menerapkan seleksi ketat dan standar akademik tinggi.
Pembangunan SMA Taruna Kasuari telah direncanakan sejak tahun 2022, diawali dengan proses peresmian dan pembentukan kelembagaan sebelum berakhirnya masa jabatan gubernur pada 12 Mei 2020.
Sekolah ini berlokasi di Belkan, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Sejak awal, pendirian sekolah tersebut tidak dilakukan secara instan.
Pemerintah daerah menempuh berbagai tahapan, termasuk koordinasi dan konsultasi dengan yayasan pengelola SMA Taruna di Magelang, serta melakukan studi banding guna memastikan standar pendidikan, legalitas, dan status sekolah dapat diakui secara nasional.
“Ini bukan SMA biasa. SMA Taruna Kasuari adalah SMA unggulan yang membutuhkan proses, perjuangan, dan komitmen besar,” ujar salah satu penggagas pendirian sekolah tersebut.
Sambil menunggu pembangunan gedung permanen, pemerintah memanfaatkan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Manokwari yang kemudian direnovasi dan difungsikan sebagai asrama siswa, ruang belajar, ruang makan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Saat ini, seluruh fasilitas tersebut telah berfungsi secara optimal. Hingga kini, SMA Taruna Kasuari telah meluluskan dua angkatan, dan saat ini aktif menyelenggarakan proses belajar mengajar untuk tiga tingkat kelas, yakni kelas X, XI, dan XII.
Dalam proses penerimaan siswa, pihak sekolah menegaskan tidak adanya intervensi dari pihak manapun. Seleksi dilakukan secara murni berdasarkan kemampuan akademik dan standar nilai yang telah ditetapkan, tanpa memo, rekomendasi pejabat, maupun tekanan politik.
“Yang diterima di sekolah ini benar-benar anak-anak yang pintar dan lulus seleksi. Tidak ada titipan, termasuk dari pejabat sekalipun,” tegasnya.
Lulusan SMA Taruna Kasuari juga dinilai mampu bersaing di berbagai jenjang pendidikan dan seleksi nasional. Para alumni dapat mengikuti seleksi Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol), serta diterima di perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), maupun perguruan tinggi lokal berkualitas seperti UNIPA, UNCEN, dan lainnya.
“Standar pendidikan yang diterapkan membuat anak-anak kita siap bersaing di tingkat nasional. Itu tujuan utama dari sekolah ini,” tambah Gubernur.
Ke depan, pemerintah berharap SMA Unggulan Taruna Kasuari dapat terus berkembang dan menjadi simbol keseriusan Papua Barat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.
Penulis : Amatus Rahakbauw






















