Manokwari — Ikatan Keluarga Besar Wondama (Suku Kuri) di Manokwari, Provinsi Papua Barat, menggelar Ibadah Syukur Perayaan Natal dan Lepas Sambut Tahun 2025–2026 sebagai wujud syukur atas penyertaan Tuhan sekaligus momentum mempererat tali persaudaraan antaranggota keluarga besar Suku Kuri.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Manokwari, Minggu (5/1/2026), dengan mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21–24, serta subtema “Semoga terang Natal membimbing kita menuju tahun 2026 yang penuh harapan, kedamaian, dan menjadi berkat bagi sesama.”
Ketua Panitia, George S. Manupapami, dalam laporannya menyampaikan bahwa perayaan Natal dan lepas sambut tahun baru ini bertujuan untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus, meningkatkan iman umat, serta memperkuat kebersamaan dan persaudaraan Ikatan Keluarga Besar Wondama (Suku Kuri) di Manokwari.
“Makna Natal adalah wujud syukur atas keselamatan dari Tuhan, karena kelahiran Yesus Kristus merupakan bukti nyata kasih karunia Allah bagi umat manusia,” ujar George.
Ibadah syukur tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Gubernur Papua Barat atau yang mewakili, Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Judson F. Waprak, Ketua Ikatan Suku Kuri Provinsi Papua Barat Yosep Auri, Anggota DPR Papua Barat Fery Auparay, S.Sos, Asisten I Setda Papua Barat Drs. Ortisanz Marini, M.Si, serta keluarga besar Suku Kuri Wondama yang berdomisili di Manokwari.
Selain sebagai ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan kekeluargaan, membangun kerukunan, serta memperkuat solidaritas sosial antaranggota komunitas Suku Kuri Wondama di Papua Barat.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para donatur dan simpatisan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, di antaranya keluarga Markus Waran, Fery Auri, Ferdinandus Waprak, Feri Auparay, dan Ortisanz Marini, serta seluruh panitia dan pihak pendukung atas doa, tenaga, dan dana yang diberikan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., yang mengajak seluruh keluarga besar Wondama (Suku Kuri) untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan, dan nilai-nilai budaya sebagai modal penting dalam membangun Papua Barat yang damai dan bermartabat.
“Perayaan Natal merupakan momentum untuk merefleksikan kasih Tuhan melalui kelahiran Yesus Kristus, sekaligus memperkuat semangat damai, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Dominggus Mandacan.
Gubernur juga mengapresiasi Ikatan Keluarga Besar Wondama (Suku Kuri) yang telah menyelenggarakan perayaan tersebut dengan penuh hikmat. Menurutnya, menjaga kearifan lokal dan solidaritas sosial sangat penting di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Ia menambahkan bahwa tahun 2025 telah dilalui dengan berbagai tantangan dan pencapaian, sementara tahun 2026 harus disambut dengan semangat baru dan optimisme untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Saya berharap di tahun yang baru ini, kita semua dapat bersama-sama membangun Papua Barat yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat, dengan menjadikan nilai budaya dan ajaran agama sebagai landasan dalam setiap langkah pembangunan,” katanya.
Menutup sambutannya, Gubernur Papua Barat menyampaikan Selamat Natal 2025 dan Selamat Tahun Baru 2026, seraya berharap Tuhan senantiasa melimpahkan berkat dan perlindungan bagi masyarakat Papua Barat.
Penulis : Amatus Rahakbauw
















