SORONG, TEMPOTIMUR — Setelah kehancuran besar akibat bom atom yang meluluhlantakkan Kota Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945, Jepang sempat terpuruk dalam kondisi ekonomi dan sosial yang sangat berat. ujar Gembala Jemaat Gereja GPdI Alfa omega klademak 1sorong) Pdt.Alex.Maniani saat dikonfirmasi Jurnalis Tempo.Timur melalui Via Whatsapp ,Kamis siang,(6/11/2025),pukul 14.59 WIT menyampaikan Namun, dalam waktu beberapa dekade, negeri sakura itu berhasil bangkit menjadi salah satu negara maju di dunia.
Kebangkitan Jepang tidak lepas dari peran penting para guru dan pendidik yang berjuang membangun kembali mental, pengetahuan, dan karakter bangsa pasca perang. Pemerintah Jepang kala itu menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional.
Melalui sistem pendidikan yang disiplin, berkarakter, dan berorientasi pada kemajuan teknologi, Jepang melahirkan generasi baru yang mampu memulihkan negaranya dari kehancuran menjadi kekuatan ekonomi dunia.
Kisah kebangkitan Jepang menjadi pelajaran berharga bagi banyak negara, termasuk Indonesia, tentang betapa strategisnya peran seorang guru dalam membentuk masa depan bangsa.
Sejumlah kalangan menilai, penghargaan terhadap profesi guru seharusnya ditingkatkan. Salah satunya dengan memberikan kesejahteraan yang layak.
“Gaji guru seharusnya setara dengan anggota DPRD, karena peran mereka sama pentingnya dalam membangun negara,” ujar seorang pemerhati pendidikan.
Penulis : Amatus Rahakbauw


















