Senyum Mereka, Tujuan Hidupku

- Penulis

Kamis, 5 Juni 2025 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Hidup ini cepat berlalu. Ada yang mengejar kekayaan, ada yang mengejar jabatan, dan ada pula yang sibuk mencari pengakuan. Tapi aku… aku hanya ingin melihat mereka tersenyum.

Ibu, anak-anakku, saudara-saudara, ponakan, dan cucu-cucuku—merekalah dunia kecilku.

Setiap hari aku bangun bukan karena alarm, tapi karena cinta yang terus mengetuk hati. Suara ibu di dapur, tawa kecil cucu yang berlarian, dan obrolan sederhana dari saudara dan anak-anakku… semuanya adalah musik yang paling indah dalam hidupku.

Tak banyak yang tahu, betapa aku sering menahan lelah, menahan air mata, demi memastikan mereka tidak kekurangan. Kadang aku diam-diam mengurangi kebutuhanku, agar bisa membelikan kebutuhan mereka. Kadang aku mengorbankan waktu istirahat, agar bisa mendengar curhat dari seorang anak yang sedang gelisah.

Baca Juga  Ketika Respons Lambat Dipertontonkan, Kejati Justru Menjawab dengan Tindakan

Aku bukan manusia sempurna. Tapi aku percaya, ketika aku menjadikan senyuman mereka sebagai prioritas, maka hidupku tidak sia-sia.

Aku belajar dari Ibu—sosok kuat yang tak pernah mengeluh meski hatinya lelah. Aku melihatnya selalu memberi, bahkan ketika ia sendiri kekurangan. Dan kini, aku ingin mewariskan semangat itu kepada anak-anak dan cucu-cucuku.

Karena dalam dunia yang makin sibuk ini, keluarga sering terlupakan. Padahal, merekalah akar dari semua harapan.

Ketika aku melihat anak-anakku tumbuh, ponakanku tertawa lepas, atau cucuku memelukku erat sambil berkata, “Aku sayang Oma,” semua lelahku lenyap. Hatiku penuh.

Aku tidak butuh panggung besar. Aku hanya ingin menjadi tempat pulang yang hangat, tempat mereka bisa merasa aman, dicintai, dan dimengerti.

Baca Juga  Situasi Negeri Tidak Baik-Baik Saja, Jangan Tambah Konflik dengan Masyarakat

Penutup:

Hari ini, mungkin dunia mengajarkan kita untuk mencintai diri sendiri lebih dulu. Tapi jangan lupa, mencintai orang-orang yang Tuhan titipkan dalam hidup kita—itu pun adalah bentuk cinta terbesar.

Karena pada akhirnya, bukan soal berapa banyak yang kita punya, tapi siapa yang kita bahagiakan.
Dan aku memilih mereka—ibu, anak-anak, saudara, ponakan, dan cucu-cucuku.Merekalah prioritas hidupku.

 

Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

Berita Terkait

Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran
Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami
Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan
Jaga Marwah dan Identitas Kabupaten Batu Bara Serukan Pelestarian Budaya Melalui Peringatan Hari Bertanjak Sedunia 2026
MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu
Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

Hutan Menangis, Negeri Terdiam

Jumat, 25 September 2026 - 11:33 WIB

Ketika Alam Mulai Menagih

Rabu, 23 September 2026 - 09:42 WIB

Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran

Sabtu, 19 September 2026 - 10:11 WIB

Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Rabu, 16 September 2026 - 14:00 WIB

Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan

Berita Terbaru

DPRD Murung Raya

Dina Maulidah Terima Penghargaan Penggerak Literasi 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 03:04 WIB

DPRD Murung Raya

Rumiadi Tegaskan Dukungan DPRD untuk Sekda Definitif Murung Raya

Sabtu, 10 Okt 2026 - 02:31 WIB

DPRD Murung Raya

Dina Maulidah Hadiri Pelantikan Sekda Definitif Murung Raya

Sabtu, 10 Okt 2026 - 01:25 WIB

You cannot copy content of this page