Manggarai Barat — Dua tahun menjabat sebagai Kepala Desa, Dionisius Maun selaku kades Galang Kecamatan Welak Kabupaten Manggarai Barat, diduga tilep gaji aparat desanya sendiri sejak ia terpilih pada tahun 2023 hingga sekarang.
Menurut pengakuan Bendahara desa Afrida Jelita, bahwa dirinya selama dua tahun gajinya di potong terus.
“Saya juga tidak tahu keperluannya kades, intinya disetiap penerimaan gaji tidak pernah tidak dipotong”, ujar Afrida sapaan akrabnya
Dijelaskannya, penerimaan gaji tahun ke-2 pada bulan Juni-Oktober sebesar 7.000.000 yang sebetulnya saya terima 10.000.000 selama 5 bulan, terus sisa gaji 3.000.000 yang lainya kemana? belum lagi penerimaan gaji terakhir juga dikantongi sama kades Dionius Maun tersebut.
“Saya heran, kok gaji saya cuman segini. Sementara perhitungannya setiap bulan diberi upah 2 juta, tapi kenapa cuman 7 juta selama lima bulan?”, apa mungkin kepala desanya tilep? nada kesalnya
Disampaikannya kepada wartawan media tempo timur, bahwa hari Senin tanggal 11 Januari besok, menemui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Manggarai Barat untuk konsultasi sekaligus klarifikasi atas kejadian ini.
“Dua hal yang akan kami konfirmasi. Pertama terkait pemecatan aparat desa yang tidak sesuai dengan prosedur dan kedua, mengenai upah aparat desa yang selama ini ditilep juga”, kata Afrida kepada awak media melalui via telepon, Juma’t (10/01/2025) malam.
Afrida mengatakan, bahwa pihaknya berkeberatan atas ketidak bijaksanaan Kepala Desa Galang dalam mengambil suatu keputusan dan tanpa pertimbangkan resikonya.
” Itu baru saya, bagaimana staf yang lain diperlakukan hal sama”, cetusnya
Anggaran itu, menurut pengakuan korban digunakan untuk kepentingan pribadi. Namun pihaknya tidak merinci uang tersebut dipergunakan untuk apa.
Fil/Ricky






















