Sebagian Besar Akpol diatas 96 Tidak Memahami Fast Respon, 16 Tahun Punya History

- Penulis

Selasa, 10 Desember 2024 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta —  Pengacara yang Juga Ketua Umum Fast Respon (PW FRN) Counter Polri R.Mas MH Agus Rugiarto SH , yang sering disapa Agus Flores sebut ada 17 Jenderal mendukung PW-FRN, Senin (9/12/24).

Agus menuturkan, memahami Fast Respon jangan setengah setengah, diartikan sebagai Organisasi atau Perkumpulan Wartawan, melainkan sebuah Program Polri yang pernah dicanangkan 16 Tahun, sebelumnya.

” Dulunya Fast Respon hanya sebuah Program. Sekarang jadi Organisasi Wartawan,” ujarnya.

Agus menambahkan, di Fast Respon ada 3 Unsur, dimana Kekuatannya pada Nama Fast Respon, dan disamping kanan kiri ada wartawan dan ormasnya.

Sehingga menurut Agus, yang memahami Soal Fast Respon dibawah Akpol dibawah 96.

Baca Juga  Terlibat Pencurian Solar Industri,Tujuh Karyawan Ditahan Security PT. IPS 

” Yang tau Fast Respon Akpol akpol 95,94,93,92,91,90,89 88 dan Seterusnya,” tegasnya.

Lanjut Agus, bahwa Organisasi Fast Respon, bagian dari Unsur yang pernah berjasa di Dunia Kepolisian, di tahun 2008 yang saat itu Kapolrinya Jendral Pol Bambang Hendarso.

Pendiri PW FRN ini menjelaskan pula, kalau setingkat Level AKBP atau Kombes Pol Akpol diatas 96, pasti masih bertanya ” Apa itu Fast Respon?”.

” Kalau Para Jendral sudah pahami Fast Respon, dan bahkan dibilang lebih canggih sebelumnya, bisa merangkul wartawan dan bisa membantu Polri dari Eksternal Polri, sehingga perlu kita sering nonton film Janur Kuning,” lanjutnya.

Siapa saja mensuport berdirinya FRN, menurut Agus ada 17 Jendral (Aktif-Purnawirawan) , diantaranya 3 Mantan Kapolri sangat mendukung.

Baca Juga  Ketua Perisai Limapuluh Pesisir Nilai Polres Batu Bara Pantas Diapresiasi

(Dani)

Berita Terkait

Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret Lemhannas di Akmil Magelang
DPRD Murung Raya Studi Banding ke Surabaya untuk Perkuat Rekomendasi 2025
Akademisi Nilai Studi Rekolonisasi di Area Operasional AMMAN Tunjukkan Tren Positif bagi Ekosistem Laut
Prabowo Perintahkan “Sikat Habis” Tambang di Kawasan Hutan, Oknum Pembeking Diultimatum: Tak Ada Ampun Tanpa Pandang Bulu
Isu Miring SMA Swasta YPK Menyebar, Publik Minta Cabdisdik Pemprovsu Lakukan Investigatif 
Bebie Ajak Kolaborasi Jaga Budaya dan Lingkungan di Murung Raya
Lapas Labuhan Ruku Gandeng Dinkes Batu Bara Pemeriksaan Kesehatan Gratis 
Muscab PKB, Wabup Murung Raya Gerak Cepat ke Jakarta Bahas Pembentukan Perusda

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 21:23 WIB

Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret Lemhannas di Akmil Magelang

Minggu, 19 April 2026 - 18:10 WIB

DPRD Murung Raya Studi Banding ke Surabaya untuk Perkuat Rekomendasi 2025

Sabtu, 18 April 2026 - 11:45 WIB

Akademisi Nilai Studi Rekolonisasi di Area Operasional AMMAN Tunjukkan Tren Positif bagi Ekosistem Laut

Sabtu, 18 April 2026 - 11:34 WIB

Prabowo Perintahkan “Sikat Habis” Tambang di Kawasan Hutan, Oknum Pembeking Diultimatum: Tak Ada Ampun Tanpa Pandang Bulu

Sabtu, 18 April 2026 - 00:18 WIB

Isu Miring SMA Swasta YPK Menyebar, Publik Minta Cabdisdik Pemprovsu Lakukan Investigatif 

Berita Terbaru

Daerah

Kadispora Medan Lepas Smartfren Fun Run 2026

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:29 WIB

DPRD Murung Raya

Ketua DPRD se-Indonesia Ikuti Retret Lemhannas di Akmil Magelang

Minggu, 19 Apr 2026 - 21:23 WIB

You cannot copy content of this page