Labuan Bajo — Jelang Pemilihan Kepala Daerah Manggarai Barat, ada dugaan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN), pekerjaan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Manggarai Barat semakin berat.
Sejumlah kasus tindakan pelanggaran netralitas ASN tersebut kini sudah menjadi atensi khusus masyarakat.
Tercatat sudah ada dua kasus pelanggaran netralitas ASN yang sedang didalami untuk diproses lebih lanjut.
Salah satunya sudah dilaporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) yaitu kasus dugaan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat inisial VN yang bekerja di Dinas Pemberdayaan dan Desa. VN menulis komentar yang berisikan dukungan kepada salah satu calon bupati dan wakil bupati Manggarai Barat dalam salah satu grub WhatsApp (WA).
Sementara untuk kasus terbaru terkait dugaan yang melibatkan salah satu Kepala Bidang (Kabid) bagian pertanahan di Dinas Lingkungan Hidup, Manggarai Barat Anton Jeta, ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Manggarai Barat Maria M.S. Seriang, S.H mengatakan, ” kami dalami untuk bisa mendapatkan informasi tambahan dan bukti lainnya terkait informasi ini.”
Menurut dia, Bawaslu Mabar selanjutnya akan membentuk Tim untuk melakukan penelusuran guna mencari kebenaran atas informasi ini. Kaitannya dengan masifnya kegiatan dalam rangka pemilihan kepala daerah pada 27 November 2024, tentunya semua masyarakat Mabar tertuju kepada pasangan calon nomor 1 dan 2 sebagai putra putra terbaik di Manggarai Barat.
Pantauan media tempo timur.com dalam beberapa minggu terakhir rupanya masing-masing tim sukses sudah semakin gencar dalam proses meyakinkan arus bawah.
Tentu ini bukan perkara mudah untuk memenangkan hati Masyarakat mabar. Dari sekian banyak masyarakat memberikan komentar bahwa pentingnya menjaga suasana pilkada dalam kerangka persaudaraan sebagai sesama anak daerah.
Penulis: Riky/Fil



















