Oleh; Irwansyah Nasution
Sejak awal usaha untuk menjadikan Bobby Nasution sebagai Gubernur di Pilgub Sumut sudah terlihat dengan masuknya Bobby menjadi kader Gerindra dan kemudian di calonkan bertarung di Pilgubsu, menghentak bursa persaingan ketat buat Edy Rahmayadi selaku inkumben di Pilgubsu Sumut 2024.Tidak sampai disitu usaha tersebut terus di lanjutkan dengan membangun propaganda politik di tingkat pusat dengan isu ada barter kekuasaan akan mendukung menantu presiden Jokowi oleh Prabowo.
Langkah selanjutnya drama politik tidak terhenti dilanjutkan dengan survei survei awalnya menunjukkan posisi Edy berimbang ketat di bulan Januari Pebruari tak lama berselang di bulan Maret survei meletakkan Edy tertinggal jauh oleh Bobby,sejak itu dukungan partai mulai mengarah ke Bobby satu persatu puncak nya menyisakan PDIP dan PKS yang belum.menetapkan pilihan sisanya mendukung Bobby Nasution.
Bobby di atas angin untuk memenangkan pertarungan Pilgubsu apalagi deal deal politik terkini Edy kesulitan memastikan dirinya maju didukung PDIP dan PKS.Untuk pertarungan isu Edy tertinggal oleh Bobby Nasution memperebutkan dukungan partai secara bergelombang memberikan dukungan pencalonan, di mulai dari Gerindra,PAN,Golkar,,Demokrat Nasdem PPP yang juga sebagai hasil pertarungan opini hasil survei dalam beberapa bulan jelang pendaftaran Agustus ini.
Beberapa hari yang lalu publik di kejutkan pasangan Bobby Nasution ternyata Surya Orang Batu Bara mantan menjabat Bupati Asahan saat ini ,dipilih sebagai pasangan calon wakil Gubernur dengan Bobby Nasution setelah seleksi yang panjang dan tentunya melelahkan memutuskan siapa calon pendamping Bobby.Bagi sebagian kalangan di Sumut tentu ini mengejutkan sebab ketua Golkar Sumut Musa Rajekshah atau sering di sebut ijeck yang awalnya mau di majukan di Pilgubsu jangankan jadi calon Gubernur wakil pun tidak dia tetap memegang Golkar sumut dan di tugaskan berkiprah di Senayan menjadi legislator dari Golkar, pertanyaannya mengapa jadi Surya di pilih mengalahkan Ijeck yang juga mantan wakil Gubernur Sumut ?.
Strategi politik terkadang tak bisa dirumuskan secara part of part semua melihat momentum dan perkembangan terkini,maka sering di sebut politik is art of possible seni merangkai kemungkinan.Terpilihnya H.Surya Bsc sebagai calon wakil Gubernur bersama Bobby persi partai Golkar dan kemungkinan jadi pasangan defenitif ,di duga karena untuk mengimbangi kekuatan dukungan kawasan pesisir Sumut terdiri dari Serdang Bedagai,Batubara,Asahan,Tanjung Balai ,Labura,Labuhan Batu ,Labusel yang di harapkan dapat mewakili suara kawasan pesisir dengan figur Surya yang telah membuktikan iklim kondusif dalam memimpin Asahan .Surya di lihat sebagai sosok yang sejuk dan tidak meledak ledak dengan temperamen tinggi dianggap mampu mewakili keinginan Bobby yang membutuhkan pendamping seperti itu.
Jika melihat kalau saingan pasangan ini nanti akhirnya Edy Rahmayadi dapat di perkirakan Edy akan kalah bersaingan dengan Bobby karena sosok Surya akan dapat menambal kebocoran dari kawasan pesisir Sumut sekaligus mendulang suara besar bagi pasangan Bobby Surya.Prestasi Edy selama menjabat lima tahun dalam menjabat sebagai gubernur Sumut tidak ada yang istimewa dalam memberi perhatian pembangunan sehingga ini di pandang secara politik merugikan nya mencari dukungan ulang apalagi masyarakat pesisir mempunyai persepsi suka memilih hal yang baru untuk di coba ,istilah lainnya suka
alih rasa he..he..dan ini menjadi pemicu bagi para petarung kekuasaan agar berhati hati dalam menabur janji politik pada orang pesisir,sekali arang tercoreng di dahi seumur hidup tak akan di percaya.
Di pilihnya Surya mendampingi Bobby bukanlah kebetulan karena Surya adalah jawaban keterwakilan orang pesisir Sumut untuk menambal kebocoran suara pasangan Bobby ,akhirnya kita berikan ucapan selamat pada pasangan Bobby Nasution dan Surya sebagai pasangan yang paling siap menghadapi pertarungan memperebutkan amanah masyarakat Sumatera Utara.
GEDUNG PUTIH Rabu,17 Juli 2024.
Pengamat Sosial Politik dan Kebijakan Publik LKPI.











