
Fakfak — Kemarau yang berlangsung hampir dua bulan menyebabkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Werba berhenti beroperasi. Akibatnya, pasokan listrik di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, berkurang sekitar 2 megawatt (MW).
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Fakfak, Saiful, mengatakan penurunan debit air akibat kemarau menjadi penyebab utama berhentinya operasional pembangkit tersebut.
“Sudah hampir dua bulan PLTMH Werba tidak bisa beroperasi. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan pasokan listrik kami di Fakfak. Daya pasok berkurang sekitar 2 MW,” kata Saiful saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2026).
Selain berkurangnya pasokan dari PLTMH Werba, gangguan pada salah satu unit mesin pembangkit turut memperburuk kondisi kelistrikan. Situasi ini menyebabkan defisit daya, terutama ketika kebutuhan listrik meningkat pada malam hari.
Saiful meminta dukungan masyarakat dan menyampaikan permohonan maaf apabila terjadi pemadaman listrik serta proses pemulihan membutuhkan waktu lebih lama. Ia menegaskan, keselamatan petugas tetap menjadi prioritas dalam penanganan gangguan.
Jaringan Baru Terkendala Izin
Untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, PLN Fakfak sedang membangun jaringan baru dari kawasan Furum hingga Kebun Kapas melalui program evakuasi daya.
Menurut informasi yang disampaikan Saiful, jaringan tersebut ditargetkan beroperasi pada Oktober 2026. Namun, pengerjaannya masih terkendala izin penarikan kabel akibat persoalan tuntutan ganti rugi tanaman yang dilalui jalur jaringan.
PLN berharap jaringan baru tersebut dapat meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Fakfak. Sementara itu, langkah antisipasi terhadap kemarau berkepanjangan dan gangguan pembangkit tetap diperlukan untuk meminimalkan pemadaman.
Keandalan listrik menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, dunia usaha, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi daerah.
Penulis : Amartus Rahakbauw K






