Kasus AOH Bergerak, Penyidik PPA Datangi Rumah Korban, Agus Flores Minta Santa Maria Diperiksa 

- Penulis

Rabu, 16 September 2026 - 22:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi Agus bersama korban

 

CIREBON — Penanganan dugaan bullying terhadap anak berinisial A.O.H. di lingkungan SD Santa Maria Kota Cirebon kembali bergerak. Hari ini, penyidik Unit PPA mendatangi rumah keluarga A.O.H. untuk meminta keterangan langsung terkait perkara tersebut.

Agus Flores, Ketua Umum Fast Respon sekaligus pendamping hukum keluarga, meminta penyidikan dilakukan menyeluruh. Menurutnya, karena dugaan peristiwa terjadi di lingkungan sekolah, maka pihak dan lingkungan yang berkaitan dengan kejadian harus didalami sesuai kebutuhan penyidikan.

“Jangan hanya satu sisi. Sekolah, saksi, pengawasan dan CCTV harus diperiksa. Kalau ada fakta, buka. Kalau ada bukti, uji.”

Agus Flores juga menyebut dirinya memiliki hubungan pertemanan dengan Kapolri dan Kapolda Jawa Barat. Namun ia menegaskan hubungan tersebut bukan untuk meminta perlakuan khusus.

“Kawan tetap kawan, hukum tetap hukum. Saya tidak meminta intervensi. Saya meminta prosesnya profesional dan jangan ada yang bermain-main.”

DORONG GELAR PERKARA

Agus Flores mendorong agar perkara ini mendapat supervisi dan gelar perkara di Polda Jawa Barat. Jika sesuai kewenangan dan kebutuhan, ia juga meminta perkara dapat menjadi perhatian Bareskrim Polri.

“Kami tidak meminta hasil diarahkan. Periksa semuanya secara objektif dan biarkan alat bukti yang berbicara.”

Sorotan juga diarahkan pada CCTV. Jika terdapat persoalan teknis, kondisi perangkat, penyimpanan data, konfigurasi jaringan dan riwayat perbaikan perlu diperiksa secara teknis apabila relevan dengan perkara.

“Perkara ini menyangkut anak. Jangan dimainkan karena siapa pun PH-nya. Lindungi anak, buka fakta, dan tegakkan hukum secara profesional,” tegas Agus Flores.

[AF]

Berita Terkait

Bursa Ketua PWI Sumut 2026 Memanas, Farianda, Rianto hingga Austin Tumengkol Adu Kekuatan
18 WN Papua Nugini Dideportasi, Salahgunakan Kartu Kuning untuk Bertanding di Jayapura
Air Rendam Pondok Zikir Ahli Syattariyah di Simpang Gambus, Diduga Dampak Luapan Hulu Sungai
Bupati Batu Bara Tinjau Langsung Banjir di Gambus Laut dan Jembatan Patah
INALUM Perkuat Penanganan Karhutla di Mempawah – Kalimantan Barat, 60 Relawan Grup MIND ID Diterjunkan ke Sekitar Wilayah Operasional BAI
RUU Perampasan Aset Dipastikan Diketok 15 Desember 2026, Sahroni: Berantas Koruptor
Antisipasi Abu Vulkanik, SMA-SMK di Banten PJJ 3 Hari Mulai 7 September
Prabowo Bahas Penataan BUMN, 290 Perusahaan Disebut Telah Ditutup

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:06 WIB

Kasus AOH Bergerak, Penyidik PPA Datangi Rumah Korban, Agus Flores Minta Santa Maria Diperiksa 

Sabtu, 12 September 2026 - 18:35 WIB

Bursa Ketua PWI Sumut 2026 Memanas, Farianda, Rianto hingga Austin Tumengkol Adu Kekuatan

Jumat, 11 September 2026 - 21:16 WIB

18 WN Papua Nugini Dideportasi, Salahgunakan Kartu Kuning untuk Bertanding di Jayapura

Jumat, 11 September 2026 - 10:15 WIB

Air Rendam Pondok Zikir Ahli Syattariyah di Simpang Gambus, Diduga Dampak Luapan Hulu Sungai

Rabu, 9 September 2026 - 19:54 WIB

Bupati Batu Bara Tinjau Langsung Banjir di Gambus Laut dan Jembatan Patah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page