
FAKFAK — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Fakfak bersama Bank Sampah Fakfak Hijau mengumpulkan sebanyak 343,70 kilogram sampah botol plastik di sekitar area Pelabuhan Fakfak. Sampah tersebut dikumpulkan sejak 17 Juni hingga 5 September 2026.
General Manager Pelindo Regional 4 Fakfak, Silas Warfandu, mengatakan pengumpulan sampah botol plastik merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di kawasan pelabuhan.
“Terhitung sejak pengumpulan pertama pada 17 Juni 2026 hingga 5 September 2026, sampah botol plastik yang berhasil dikumpulkan mencapai 343,70 kilogram,” ujar Silas saat dikonfirmasi TempoTimur.com melalui pesan WhatsApp, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, jumlah tersebut menunjukkan masih tingginya penggunaan minuman dalam kemasan plastik di sekitar kawasan pelabuhan. Kondisi itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesadaran bersama untuk mengurangi sampah plastik.
Silas mengatakan, Pelindo Regional 4 Fakfak akan terus mendorong kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan di lingkungan pelabuhan.
Upaya tersebut, lanjut dia, diharapkan tidak berhenti pada pengumpulan botol plastik. Pengelolaan dapat dikembangkan untuk berbagai jenis sampah sehingga kawasan pelabuhan menjadi lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Hal ini juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia untuk memperkuat peran BUMN dalam meningkatkan daya saing layanan kepelabuhanan dan mendukung pengembangan pariwisata maritim di Indonesia.
Pelindo juga mengajak masyarakat, pengguna jasa pelabuhan, dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan tersebut untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, antara lain dengan membuang dan memilah sampah pada tempat yang telah disediakan.
Menjaga lingkungan, dapat dimulai dari langkah sederhana dan dilakukan secara bersama-sama.
Penulis : Amartus Rahakbauw K












