Batu Bara — TempoTimur.com
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Batu Bara, Alvian Khomeini melalui Sekretaris, Adnan Effendi mengecam keras perbutan intimidasi terhadap profesi wartawan di Batu Bara.
Peristiwa ini dialami wartawan senior, Sholeh Pelka sekaligus Wakil Ketua PWI Kabupaten Batu Bara saat menjalankan tugas jurnalis dalam peliputan kelangkaan BBM di Salah satu SPBU Desa Suka Raja, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara pada Jum’at, (05/12/2025).
“Kami berharap pihak kepolisian segera memproses kasus yang telah mencederai profesi Jurnalis agar hal yang sama tidak merambah ke oknum-oknum yang lainnya,” tegas Plt. Sekretaris JMSI Kabupaten Batu Bara.
Dari informasi diterima JMSI, bermula Sholeh Pelka melakukan tugas jurnalis di SPBU 13.212.11x tersebut, saat memotret lokasi, tiba-tiba seorang pria dengan arogan mengeluarkan kata-kata yang merendahkan profesi wartawan.
Tidak hanya itu, dengan arogan pria tersebut mengacungkan tangan ke arah wartawan serta menunjuk-nunjuk tepat ke wajah korban dan nyaris merampas alat potret wartawan.
Keributan berawal ketika Sholeh Pelka meminta kepada operator SPBU untuk mendahulukan seorang pelajar yang terjebak antrian agar tidak terlambat ke sekolah.
Tapi, tindakan itu justru menambah reaksi seorang pria yang tidak dikenal itu, diduga sebagai pengepul BBM.
“Tiba-tiba ada seorang pria yang datang, menepis ponsel saya, dan tidak terima dengan apa yang saya sampaikan. Saya menduga dia adalah pengepul BBM,” ujar Sholeh.
Namun begitu, di situasi pelecehan verbal yang diterima Sholeh Pelka tetap bersikap tenang dan santun dengan menunjukkan keprofesionalan jurnalis.
“Informasi harus akurat, Pers bekerja dilindungi undang – undang dan kami tetap memegang etika,” tegasnya.
Sekretaris JMSI Batu Bara berharap, setelah pelaporan, pihak kepolisian secepatnya menangkap pria arogan tersebut.
Penulis : TempoTimur/Tim





















