
JAKARTA — Pengelolaan keuangan dan kinerja operasi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali menjadi sasaran pemeriksaan.
Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK mengirim tim pemeriksa ke lima misi PBB untuk melakukan pemeriksaan lapangan atas United Nations Peacekeeping Operations (UNPKO) Tahun 2025/2026.
Ketua BPK Isma Yatun dan Wakil Ketua BPK Budi Prijono melepas tim tersebut di Jakarta. Penugasan ini merupakan bagian dari mandat BPK sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA) periode 2026-2032.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar aspek keuangan, tetapi juga kinerja pengelolaan operasi perdamaian PBB. Audit itu ditujukan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan misi-misi perdamaian internasional tersebut.
“Saudara-saudara adalah representasi BPK dan bangsa Indonesia. Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, jaga integritas dan independensi, serta tunjukkan profesionalisme dalam setiap tahapan pemeriksaan,” kata Isma, dikutip dari keterangan resmi BPK, Rabu.
Tim pemeriksa akan diterjunkan ke lima misi PBB, yakni United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA) di Bangui, Republik Afrika Tengah; United Nations Support Office in Somalia (UNSOS) di Nairobi, Kenya; United Nations Interim Security Force for Abyei (UNISFA) di Abyei, Sudan; United Nations Disengagement Observer Force (UNDOF) di Nairobi, Kenya; dan United Nations Mission for the Referendum in Western Sahara (MINURSO) di Laayoune, Sahara Barat.
Pemeriksaan lapangan dimulai 29 Agustus 2026 dan berlangsung hingga 12 September 2026. Khusus MINUSCA dan UNSOS, pemeriksaan dijadwalkan berlangsung hingga 19 September 2026.
Di balik penugasan tersebut, faktor keamanan menjadi perhatian penting. Isma meminta para pemeriksa memahami risiko penugasan dan mengutamakan keselamatan selama berada di wilayah misi.
“Kondisi pemeriksa yang sehat dan prima merupakan modal penting untuk melaksanakan pemeriksaan secara optimal di tengah tantangan dan dinamika wilayah misi,” ujar Isma.
Budi Prijono menyampaikan pesan serupa. Ia meminta anggota tim memahami situasi di masing-masing wilayah misi, mematuhi seluruh protokol keamanan, serta menjaga kondisi mental dan fisik.
Budi juga meminta komunikasi dan koordinasi antarpemeriksa dilakukan secara intensif. Perubahan situasi dan kendala di lapangan, kata dia, harus segera dilaporkan agar dapat direspons secara tepat.
“Jaga keselamatan dan keamanan diri serta tim. Bangun komunikasi yang baik, dan jangan ragu menyampaikan setiap perkembangan atau kendala yang dihadapi di lapangan,” kata Budi.
Pengiriman tim pemeriksa ke lima misi PBB ini sekaligus memperlihatkan peran BPK dalam menjalankan mandat audit internasional. Pemeriksaan tersebut diharapkan memperkuat pengawasan terhadap tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas operasi perdamaian PBB.
Penulis : Amartus Rahakbauw K






