MANOKWARI — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, S.Pd., M.Pd., mempertanyakan masih terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Manokwari, padahal PT Pertamina sebelumnya menyatakan pasokan BBM untuk wilayah Indonesia Timur dalam kondisi aman.
Hal itu disampaikan Barnabas saat dikonfirmasi TempoTimur.com, Jumat (17/7/2026) pagi sekitar pukul 09.48 WIT.
Menurut Barnabas, antrean kendaraan yang mengular di beberapa SPBU, seperti di kawasan Jalan Baru, Bambu Kuning, hingga Pantai Dosa, telah mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
“Beberapa waktu terakhir kita melihat antrean kendaraan sangat panjang di sejumlah SPBU. Saya berharap penyaluran BBM benar-benar dibatasi sesuai kebutuhan agar distribusinya merata dan tidak menimbulkan antrean panjang,” ujarnya.
Barnabas mengatakan, dirinya juga mengikuti pemberitaan di berbagai media yang menyebutkan bahwa Pertamina telah memastikan stok BBM untuk wilayah Maluku hingga Tanah Papua dalam kondisi aman.
“Yang menjadi pertanyaan saya, jika memang pasokan BBM dinyatakan aman, mengapa antrean kendaraan masih sangat panjang di SPBU?” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk.
Menurutnya, antrean kendaraan di Jalan Baru kerap menyebabkan kemacetan, khususnya pada Senin pagi saat masyarakat dan aparatur sipil negara berangkat bekerja.
“Kalau antreannya panjang seperti itu, lalu lintas menjadi macet. Pegawai yang hendak mengikuti apel pagi maupun masyarakat yang akan beraktivitas tentu ikut terdampak. Kondisi ini perlu menjadi perhatian agar ada solusi yang tepat,” tutur Barnabas.
Ia berharap Pertamina bersama instansi terkait dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai penyebab antrean panjang tersebut, sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan lancar sehingga tidak mengganggu aktivitas warga.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K






















