FAKFAK — Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia Bethesda Fakfak kembali melaksanakan Ibadah Doa Malam Penantian hari ke-4 pada Minggu malam, 17 Mei 2026, pukul 19.46 WIT di GPdI Bethesda Fakfak, Jalan A. Yani, Kelurahan Fakfak Selatan, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Ibadah tersebut dipimpin langsung oleh gembala jemaat bersama para pelayan Tuhan dan dihadiri jemaat dengan penuh sukacita serta semangat doa. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan rohani jemaat untuk memperkuat iman dan kehidupan doa.
Dalam khotbahnya, Pdt. Clarce Bonsafia-Fakdawer menegaskan bahwa Roh Kudus memiliki peranan penting dalam kehidupan orang percaya, terutama dalam membangun iman rohani, memberikan kekuatan dalam pelayanan, serta menolong umat Tuhan tetap setia menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Firman Tuhan yang menjadi dasar khotbah diambil dari Kisah Para Rasul 2:6-13 tentang pencurahan Roh Kudus kepada para murid, Kisah Para Rasul 1:8 mengenai kuasa Roh Kudus bagi orang percaya, serta Matius 28:19-20 tentang Amanat Agung untuk memberitakan Injil ke seluruh bangsa.
Selain itu, khotbah juga diperkuat dengan 1 Korintus 14:26-27 tentang keteraturan dalam pelayanan, Matius 6:26 mengenai pemeliharaan Tuhan terhadap umat-Nya, 2 Timotius 3:12 tentang tantangan hidup orang percaya, serta Ibrani 4:12 yang menjelaskan bahwa firman Tuhan hidup dan penuh kuasa.
Dalam penyampaian firman, Pdt. Clarce menjelaskan bahwa Rasul Petrus dipakai Tuhan bukan karena kemampuan manusia ataupun pendidikan semata, melainkan karena kuasa Roh Kudus yang bekerja dalam hidupnya sehingga mampu memberitakan Injil dengan penuh keberanian dan hikmat.
Ia juga mengingatkan jemaat agar setiap pelayan Tuhan melayani dengan hati, kasih, dan tuntunan Roh Kudus. Menurutnya, firman Tuhan harus disampaikan dengan hikmat agar dapat meneguhkan, menghibur, serta membangun kehidupan rohani jemaat.
Ibadah Doa Malam Penantian berlangsung penuh hikmat dan suasana doa. Jemaat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk melalui pujian penyembahan, doa bersama, dan pendalaman firman Tuhan sebagai bagian dari pertumbuhan iman rohani.
Selain dihadiri jemaat umum, ibadah hari ke-4 tersebut juga diikuti para pemuda dan pemudi GPdI Bethesda Fakfak. Dalam kesempatan itu, Pdt. Clarce menyampaikan makna penantian dan menjelaskan cara kerja Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya agar generasi muda dapat memahami tuntunan Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari maupun pelayanan.
Pendeta juga memberikan nasihat kepada para pemuda dan pemudi menjelang kegiatan Youth Camp Pemuda GPdI yang akan dilaksanakan oleh Majelis Daerah GPdI di Kabupaten Teluk Bintuni dalam waktu mendatang.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K




















