
BATU BARA — Keberadaan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Lingkungan III, Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, mendapat keluhan dari masyarakat setempat, Senin 20/4/2026.
Warga menilai program tersebut belum memberikan manfaat nyata, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja lokal.
Sejumlah warga mengungkapkan kekecewaan karena tidak dilibatkan dalam proses perekrutan pekerja di dapur MBG yang dalam waktu dekat akan segera diluncurkan.
Padahal, sejak awal pembangunan, masyarakat berharap fasilitas tersebut dapat membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
“Awalnya kami senang karena berharap anak anak tempatan bisa bekerja di sana. Tapi sampai menjelang launching, hanya beberapa orang saja dari sini yang dilibatkan. Kebanyakan justru dari luar daerah,” ujar Ok Iqbal, salah seorang warga setempat.
Keluhan serupa juga disampaikan Abdul Azis, warga yang tinggal di belakang lokasi dapur MBG. Ia mengaku kecewa dengan sistem perekrutan yang dinilai tidak transparan dan tidak berpihak pada masyarakat sekitar.
“Dari jumlah pekerja yang ada hanya beberapa orang saja warga sekitar yang dilibatkan untuk bekerja, kami merasa sangat kecewa dengan kebijakan yang dibuat pihak pengurus,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lingkungan (Kepling) setempat, Wanda, membenarkan adanya keluhan warga. Ia menyebut, pada awalnya pihak penyelenggara sempat berkoordinasi dan meminta bantuan untuk mengumpulkan berkas lamaran dari warga sekitar.
“Dulu sebelum dapur MBG berdiri, ada pengurus yang meminta saya mengumpulkan berkas lamaran khusus warga sekitar. Tapi kenyataannya, tidak ada yang diterima,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa komunikasi antara pihak penyelenggara dengan pihak lingkungan saat ini dinilai kurang baik.
“Pengurusnya juga sudah tidak pernah berkomunikasi lagi dengan saya,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola MBG terkait keluhan warga tersebut.
(Tim)


















