Tepat Waktu, Tapi Belum Tuntas: BPK Soroti Masalah Aset dan Transparansi LKPD Papua Barat

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

MANOKWARI — Penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Papua Barat Tahun Anggaran 2025 tepat waktu untuk pertama kalinya diapresiasi.

Namun, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menegaskan, capaian tersebut belum menjamin kualitas pengelolaan keuangan daerah.

Kepala BPK RI Perwakilan Papua Barat, Agus Priyono, menyatakan bahwa ketepatan waktu hanyalah langkah awal, sementara persoalan mendasar masih ditemukan dalam pemeriksaan awal.

“Ini kemajuan dari sisi administrasi. Tapi kualitas laporan dan penyelesaian temuan tetap menjadi kunci,” kata Agus dalam sambutan penyerahan LKPD di Manokwari, Selasa (31/3/2026).

BPK mencatat sejumlah persoalan yang berulang, terutama terkait pencatatan aset tetap yang belum tertib, serta pengelolaan dana yang belum sepenuhnya terdokumentasi dengan baik.

Baca Juga  Gubernur Papua Barat Perintahkan OPD Percepat Tender Proyek 2026 dan Bayar Gaji Honorer Tepat Waktu

Masalah ini dinilai bukan hal baru, melainkan kelemahan yang terus muncul dari tahun ke tahun dan berpotensi memengaruhi opini atas laporan keuangan.
Selain itu, BPK juga menyoroti potensi hambatan dalam proses audit apabila pemerintah daerah tidak kooperatif dalam membuka data.

“Jangan sampai ada pembatasan akses data. Kalau itu terjadi, tentu akan berdampak pada hasil pemeriksaan,” ujar Agus.

Ia menegaskan, sejak laporan diserahkan, tanggung jawab pemeriksaan sepenuhnya berada di tangan BPK dengan batas waktu 60 hari. Dalam periode tersebut, transparansi dan respons cepat dari pemerintah daerah menjadi faktor penentu.

Di sisi lain, BPK mengungkap masih adanya ketimpangan antar daerah di Papua Barat. Tidak semua pemerintah kabupaten mampu menyerahkan laporan tepat waktu, sebagian karena persoalan internal seperti lemahnya pengelolaan aset dan administrasi keuangan.

Baca Juga  Gubernur Papua Barat Tegaskan Penertiban Kendaraan Dinas: Tidak Boleh Ada Pemborosan

Kondisi ini menempatkan Pemerintah Provinsi Papua Barat pada posisi strategis sekaligus tertekan untuk melakukan pembinaan yang lebih tegas.

“Provinsi harus menjadi contoh. Bukan hanya cepat menyerahkan laporan, tapi juga memastikan kualitasnya,” kata Agus.
Catatan BPK menunjukkan, capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di wilayah Papua Barat masih terbatas. Sebagian besar pemerintah daerah masih berada pada level Wajar Dengan Pengecualian (WDP), yang menandakan adanya masalah material dalam laporan keuangan.

Situasi ini memperlihatkan bahwa persoalan tata kelola keuangan daerah belum sepenuhnya terselesaikan, meskipun ada perbaikan dari sisi kepatuhan administratif.

BPK menegaskan, perbaikan tidak cukup hanya dengan memenuhi tenggat waktu, tetapi harus diikuti dengan pembenahan sistem, disiplin pencatatan, serta kepatuhan terhadap standar akuntansi pemerintahan.

Baca Juga  Anev SDM Polda Sumut Polres Batu Bara Raihan Juara 1 Ketahanan Pangan

“Kalau hanya tepat waktu tanpa perbaikan substansi, opini tidak akan berubah,” tegasnya.

Dengan dimulainya pemeriksaan lanjutan, publik kini menunggu apakah perbaikan yang dijanjikan benar-benar dilakukan, atau justru kembali mengulang masalah yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Tanjung Balai : ikuti Rekor Aswakada Wilayah Sumut 
Wakil Wali Kota Tanjung Balai Bersama Ketua TP-PKK Hadiri Launching Kampus Mandiri Pangan dan Gerakan Tanam Serentak Cabai Se Sumut di Polbangtan Kementan Medan
DPRD Batu Bara Soroti Potensi PAD Masih Bocor, Minta Tim Percepatan Diisi ASN Berintegritas Tinggi
Sidak Ke Dinas Dukcapil, Wali Kota Tanjung Balai Minta Kualitas Pelayanan Publik Ditingkatkan
Wali Kota Mahyaruddin Salim Hadiri dan Buka HLM TP2DD Triwulan lll Tahun 2026
Tinjau Irigasi dan Jalan Desa, Bupati Baharuddin Pastikan Kebutuhan Masyarakat Jadi Perhatian
Pertemuan Bersama PKL Kawasan Food Court, Wali Kota Mahyaruddin Salim : Pemko Tanjung Balai Akan Salurkan Bantuan 40 Gerobak dan Tenda
Bupati Batu Bara Pimpin Penguatan Koordinasi Penyelesaian Konflik Agraria

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Wakil Wali Kota Tanjung Balai : ikuti Rekor Aswakada Wilayah Sumut 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:53 WIB

Wakil Wali Kota Tanjung Balai Bersama Ketua TP-PKK Hadiri Launching Kampus Mandiri Pangan dan Gerakan Tanam Serentak Cabai Se Sumut di Polbangtan Kementan Medan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:44 WIB

DPRD Batu Bara Soroti Potensi PAD Masih Bocor, Minta Tim Percepatan Diisi ASN Berintegritas Tinggi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Sidak Ke Dinas Dukcapil, Wali Kota Tanjung Balai Minta Kualitas Pelayanan Publik Ditingkatkan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Salim Hadiri dan Buka HLM TP2DD Triwulan lll Tahun 2026

Berita Terbaru

DPRD Murung Raya

Dina Maulidah Apresiasi Lomba Cerdas Cermat Karang Taruna Murung Raya

Minggu, 25 Okt 2026 - 18:05 WIB

DPRD Murung Raya

Rejikinoor Dukung Penerapan BLUD di Seluruh Puskesmas Murung Raya

Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB

You cannot copy content of this page