SORONG — Pdt. Alexsander Maniani menjelaskan makna Paskah bagi umat Israel (Yahudi) dan Kristen berdasarkan ajaran Alkitab sebagai bagian dari refleksi iman menjelang perayaan Paskah.
Penjelasan tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi jurnalis melalui pesan WhatsApp pada Rabu malam (1/4/2026) pukul 22.00 WIT.
Menurut Pdt. Alexsander, bagi umat Israel (Yahudi), Paskah merupakan peringatan penting atas peristiwa pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.
Kata Paskah berasal dari bahasa Ibrani pesah yang berarti “melewati” atau “melangkahi”, merujuk pada peristiwa ketika Allah melindungi anak sulung Israel dari tulah terakhir dengan melewati rumah-rumah yang telah ditandai darah domba (Keluaran 12:7, 13, 27).
Peristiwa tersebut menjadi awal perjalanan bangsa Israel menuju kebebasan dan Tanah Perjanjian. Oleh karena itu, Allah memerintahkan agar Paskah diperingati setiap tahun pada hari ke-14 bulan Nisan, disertai perayaan Roti Tidak Beragi selama tujuh hari, serta menjadi sarana pengajaran iman kepada generasi berikutnya (Keluaran 12:14, 17-20; Ulangan 16:1-6).
Sementara itu, bagi umat Kristen, makna Paskah berpusat pada pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus. Dalam Perjanjian Baru, Yesus dipahami sebagai “Anak Domba Paskah” yang dikorbankan untuk menebus dosa manusia (1 Korintus 5:7).
“Pengorbanan Yesus di kayu salib menjadi jalan penebusan dosa, membebaskan manusia dari hukuman kekal,” jelasnya, sebagaimana tertulis bahwa “oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” (Yesaya 53:5).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebangkitan Yesus Kristus merupakan inti dari perayaan Paskah bagi umat Kristen, yang melambangkan kemenangan atas dosa dan maut serta memberikan pengharapan akan keselamatan dan kehidupan kekal (Matius 28:6; 1 Korintus 15:17).
“Kebangkitan Kristus membawa kepastian iman dan damai sejahtera bagi setiap orang yang percaya,” ujarnya, sejalan dengan firman Tuhan yang menjanjikan damai sejahtera bagi umat-Nya (Yohanes 14:27).
Di akhir pernyataannya, Pdt. Alexsander mengajak seluruh umat Kristen untuk merayakan Paskah dengan penuh rasa syukur atas kasih Allah yang telah dinyatakan melalui Yesus Kristus.
“Marilah kita merayakan Paskah Yesus Kristus dengan hati yang bersyukur, karena kasih Allah telah dinyatakan bagi kita semua. Tuhan memberkati,” tutupnya.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K






















