Fakfak — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Fakfak menggelar rapat koordinasi Posko Angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 bersama unsur maritim dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan kelancaran arus mudik di Pelabuhan Fakfak.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan sejumlah instansi dan operator pelayaran, antara lain KSOP Kelas IV Fakfak, PT Pelindo Fakfak, PT PELNI Fakfak, pengamanan Pelabuhan (PM), TNI AL, Kapolsek KP3, Balai Kesehatan Kekarantinaan, Balai Karantina Hewan, operator pelayaran PT SPIL, serta operator pelayaran lainnya.
Kepala KSOP Kelas IV Fakfak, Rudi, S.Sos, mengimbau seluruh pihak untuk mendukung program mudik yang digagas pemerintah, termasuk program mudik gratis di wilayah Jawa serta pemberian stimulus diskon tarif transportasi.
“Seluruh pihak diharapkan dapat memperhatikan faktor keselamatan pelayaran sehingga masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, pihak PT Pelindo Fakfak menyatakan akan mengoptimalkan fasilitas di terminal penumpang Pelabuhan Fakfak guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun 2026.
Di sisi lain, Kepala PT PELNI Cabang Fakfak, Agus Zuldi Hermawan, saat dikonfirmasi jurnalis TempoTimur.com melalui WhatsApp, Kamis malam (12/3/2026), menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan sejumlah armada kapal penumpang yang akan melayani masyarakat selama masa angkutan Lebaran.
Menurutnya, terdapat tujuh kapal PELNI yang dijadwalkan singgah di Pelabuhan Fakfak, yaitu KM Sangiang, KM Tatamailau, KM Dobonsolo, KM Labobar, KM Sabuk Nusantara 42, KM Sabuk Nusantara 75, dan KM Sabuk Nusantara 96.
Selain itu, PELNI juga melakukan penyesuaian rute serta penambahan tujuan pelayaran dari Fakfak ke sejumlah daerah di Papua, seperti Sorong, Manokwari, Serui, Nabire hingga Jayapura.
“Untuk update rute dan jadwal kapal, masyarakat dapat mengecek melalui website resmi PELNI, aplikasi Pelni Mobile, maupun media sosial resmi PELNI,” jelasnya.
Agus juga menyampaikan bahwa PELNI bersama pemerintah memberikan diskon stimulus tarif dasar tiket sebesar 30 persen untuk seluruh rute dan tujuan. Program ini berlaku mulai 11 Maret hingga 5 April 2026, selama kuota tiket masih tersedia.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai praktik percaloan tiket dan memastikan nama pada tiket sesuai dengan identitas penumpang.
“Jika nama pada tiket tidak sesuai dengan data identitas penumpang yang berangkat, maka tidak diperbolehkan naik kapal,” tegasnya.
Selain itu, penumpang diimbau memperhatikan ketentuan bagasi gratis maksimal 40 kilogram serta tidak membawa barang-barang berbahaya atau terlarang.
Untuk menghindari tiket palsu, masyarakat dapat memeriksa keaslian tiket kapal PELNI melalui laman resmi https://www.pelni.co.id/cek-pemesanan.
Dari sisi keamanan, pihak terkait juga akan menambah personel TNI Angkatan Laut untuk membantu pengamanan selama masa angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Fakfak.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K



















