Bintuni — Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengunjungi Masjid Al-Maun di Kampung Tissay, Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (28/2/2026), dalam rangkaian agenda kerja pemerintah provinsi.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyatakan komitmennya untuk membantu penyelesaian pembangunan masjid yang saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.
Kunjungan itu sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang pernah disampaikan kepada Dominggus saat masa kampanye beberapa waktu lalu. Aspirasi tersebut berkaitan dengan dukungan pemerintah terhadap pembangunan Masjid Al-Maun.
“Sebelumnya saya pernah datang ke sini saat kampanye, dan ada aspirasi yang disampaikan terkait pembangunan masjid ini,” ujar Dominggus.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen mendukung pembangunan fasilitas ibadah bagi seluruh umat beragama di wilayahnya sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
Namun demikian, Dominggus mengakui kemampuan keuangan daerah saat ini masih terbatas.
Pada tahun 2025, pemerintah daerah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, sementara pada 2026 terjadi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berdampak pada keterbatasan ruang fiskal.
“Kita tetap berupaya memberikan dukungan untuk kegiatan keagamaan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah yang ada,” katanya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Barat hadir untuk melayani tujuh kabupaten dan memastikan seluruh daerah memperoleh perhatian yang proporsional.
Dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah, lanjutnya, akan diberikan secara bertahap sesuai kondisi fiskal daerah.
Dominggus juga menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Al-Maun direncanakan akan mendapat dukungan anggaran pada tahun 2027, dengan harapan kondisi APBD provinsi mengalami peningkatan.
“Di pemerintah provinsi banyak proposal yang masuk dan semuanya akan dibantu sesuai kemampuan. Kami mengapresiasi panitia pembangunan masjid ini yang progresnya sudah mencapai sekitar 70 persen. Sisanya akan kami rencanakan untuk dibantu,” ujarnya.
Gubernur berharap pembangunan Masjid Al-Maun dapat segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Kampung Tissay dan sekitarnya sebagai pusat kegiatan ibadah dan pembinaan umat.
Penulis : Amatus Rahakbauw, K




















