Bupati Batu Bara Ikuti Penutupan Rakernas APKASI XVII di Batam

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian sedang menghadiri penutupan Rakernas XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

 

Batam — Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi pembangunan antar daerah dengan mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) sekaligus penutupan kegiatan yang berlangsung di Ballroom Grand Lotus, Hotel Aston, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (20/1/2026).

Rakernas APKASI XVII Tahun 2026 secara resmi ditutup oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian. Dalam arahannya di hadapan para bupati se-Indonesia, Mendagri menegaskan bahwa Indonesia berpeluang menjadi kekuatan ekonomi dunia peringkat keempat atau kelima pada tahun 2045, dengan syarat kepala daerah berani melakukan investasi besar-besaran pada pembangunan sumber daya manusia (human capital).

“Sejarah membuktikan negara yang minim sumber daya alam seperti Singapura dan Jepang mampu maju karena kekuatan human capital. Indonesia tidak boleh hanya berbangga pada sumber daya alam. Prediksi menjadi kekuatan ekonomi dunia harus diiringi dengan peningkatan kualitas rakyat hingga naik kelas menjadi masyarakat menengah dengan pendapatan per kapita yang tinggi,” tegas Mendagri.

Baca Juga  Bupati Batu Bara Hadiri Pengukuhan Pengurus Dewan Eksekutif Cabang MAPEL Indonesia Batu Bara

Mendagri juga menyoroti sejumlah program strategis nasional, seperti Sekolah Rakyat dan program makan bergizi gratis, sebagai langkah konkret pemerintah pusat dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Ia mengingatkan para kepala daerah melalui pengalamannya melihat langsung kondisi anak-anak di pelosok Papua yang masih mengalami malnutrisi.

“Negara hadir melalui sistem ekonomi sosialis-kerakyatan. Ini merupakan investasi jangka panjang yang harus didukung penuh oleh para bupati. Jangan sampai kekayaan alam melimpah, namun sumber daya manusianya lemah sehingga hanya menjadi penonton di daerah sendiri dan memicu konflik sosial,” tambahnya.

Selain itu, Mendagri memberikan perhatian serius terhadap efisiensi dan profesionalisme pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, sekitar 30 persen dari 1.091 BUMD di Indonesia saat ini masih mengalami kerugian.

Baca Juga  Menuju Provinsi Bolmong Raya: Kegiatan Bakid Moloben II Mempersatukan Masyarakat Adat Bolaang Mongondow

“Pengelolaan BUMD harus diserahkan kepada orang-orang yang profesional, bukan karena kedekatan politik. Jika terus merugi, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh agar APBD tidak habis hanya untuk mensubsidi tanpa menghasilkan deviden bagi daerah,” ujarnya.

Mendagri juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menghambat investasi, khususnya usaha kecil dan menengah, dengan pungutan yang tidak perlu. Ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan kondusif.

“Bangun iklim usaha yang ramah, terutama bagi UMKM. Permudah perizinan dan berikan rasa aman bagi pelaku usaha, sehingga roda perekonomian daerah dapat bergerak secara alami,” pesannya.

Sebelumnya, Ketua Umum APKASI yang juga Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menyampaikan laporan hasil perumusan kebijakan strategis dari 416 kabupaten anggota APKASI. Beberapa poin penting yang dihasilkan antara lain optimalisasi Dana Desa untuk kemandirian pangan serta rekomendasi penataan ulang hubungan pusat dan daerah melalui revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Baca Juga  Bupati Batu Bara Bak Dato’ Zaman Kerajaan dalam PSBD VII, Ribuan Warga Padati Lapangan Inderapura

“Seluruh hasil Rakernas ini akan disampaikan kepada pemerintah melalui menteri dan pimpinan lembaga terkait,” ungkapnya. Ia juga melaporkan bahwa APKASI telah meluncurkan buku 25 Praktik Terbaik Pemerintah Kabupaten sebagai upaya mendorong inovasi daerah di tengah berbagai tantangan.

Sebagai hasil konkret, Rakernas APKASI XVII menghasilkan 17 rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti dalam perumusan kebijakan nasional. Keikutsertaan Bupati Batu Bara dalam forum nasional ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batu Bara.

Penulis : Red

Berita Terkait

Berangkat Haji, Wali Kota Tanjung Balai Mahyaruddin Salim di Upah-Upah Para Pemuda – KNPI Energy of Harmony
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi KI Sumut, Rianto SH MH Peserta Lolos ke Tahap Selanjutnya
Warga Resah, DPRD Batu Bara Mediasi Sengketa Parit Batas PTPN IV Tanah Itam Ulu
Gubernur Dominggus Mandacan Tutup Rakornis Bappeda Papua Barat 2026, Tekankan Arah Pembangunan 2027
Wali Kota Mahyaruddin Tepung Tawar 134 Jemaah Calon Haji Tanjung Balai
Sorotan Terhadap Dana SWDKLLJ, Ketua Umum Fast Respon Dorong Transparansi
Wali Kota Mahyaruddin Hadiri Silaturahmi Forkopimda Asahan Perkuat Sinergi dan Kondusifitas Daerah
KONI Papua Barat Terkendala Anggaran, Raker dan Musprov 2026 Terancam Molor

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:53 WIB

Berangkat Haji, Wali Kota Tanjung Balai Mahyaruddin Salim di Upah-Upah Para Pemuda – KNPI Energy of Harmony

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:30 WIB

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi KI Sumut, Rianto SH MH Peserta Lolos ke Tahap Selanjutnya

Kamis, 30 April 2026 - 18:26 WIB

Warga Resah, DPRD Batu Bara Mediasi Sengketa Parit Batas PTPN IV Tanah Itam Ulu

Rabu, 29 April 2026 - 12:36 WIB

Gubernur Dominggus Mandacan Tutup Rakornis Bappeda Papua Barat 2026, Tekankan Arah Pembangunan 2027

Senin, 27 April 2026 - 20:44 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Tepung Tawar 134 Jemaah Calon Haji Tanjung Balai

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page