Palu — Polemik antara YAHMI Sulawesi Tengah dengan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tengah kembali mencuat ke ruang publik.
YAHMI Sulteng bahkan disebut-sebut mengancam akan melaporkan Wakapolda Sulteng terkait persoalan tertentu.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN), Agus Flores, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam perseteruan tersebut. Ia menyebut, konflik antara YAHMI Sulteng dan Wakapolda Sulteng bukanlah urusannya.
“Kalau soal perseteruan YAHMI Sulteng dengan Wakapolda Sulteng, itu bukan urusan saya. Saya hanya bisa memantau saja,” ujar Agus Flores kepada media, Kamis 15/1/2026.
Agus Flores menjelaskan, fokus utamanya saat ini adalah pada upaya pengungkapan dugaan tambang ilegal di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Menurutnya, persoalan tambang ilegal tersebut jauh lebih serius karena diduga melibatkan jaringan besar, termasuk oknum pejabat di tingkat kementerian.
“Saya sebenarnya fokus pada pengungkapan tambang ilegal di Parigi Moutong yang diduga melibatkan gurita besar oknum pejabat kementerian,” tegasnya.
Ia menilai, persoalan tambang ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan negara seharusnya menjadi perhatian utama semua pihak, termasuk aparat penegak hukum dan lembaga pengawas.
Meski demikian, Agus Flores menegaskan akan tetap memonitor perkembangan polemik antara YAHMI Sulteng dan Wakapolda Sulteng, tanpa ikut campur secara langsung.
“Saya monitor saja, sesuai kapasitas saya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak YAHMI Sulteng maupun Wakapolda Sulawesi Tengah terkait polemik yang dimaksud.
Penulis : AF



















