YAHMI Sulteng Ancam Laporkan Wakapolda, Agus Flores: Saya Hanya Memantau

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Palu — Polemik antara YAHMI Sulawesi Tengah dengan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tengah kembali mencuat ke ruang publik.

YAHMI Sulteng bahkan disebut-sebut mengancam akan melaporkan Wakapolda Sulteng terkait persoalan tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN), Agus Flores, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam perseteruan tersebut. Ia menyebut, konflik antara YAHMI Sulteng dan Wakapolda Sulteng bukanlah urusannya.

“Kalau soal perseteruan YAHMI Sulteng dengan Wakapolda Sulteng, itu bukan urusan saya. Saya hanya bisa memantau saja,” ujar Agus Flores kepada media, Kamis 15/1/2026.

Agus Flores menjelaskan, fokus utamanya saat ini adalah pada upaya pengungkapan dugaan tambang ilegal di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Menurutnya, persoalan tambang ilegal tersebut jauh lebih serius karena diduga melibatkan jaringan besar, termasuk oknum pejabat di tingkat kementerian.

Baca Juga  Kalapas Labuhan Ruku Sambangi Polsek, Tingkatkan Sinergitas Keamanan Lapas

“Saya sebenarnya fokus pada pengungkapan tambang ilegal di Parigi Moutong yang diduga melibatkan gurita besar oknum pejabat kementerian,” tegasnya.

Ia menilai, persoalan tambang ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan negara seharusnya menjadi perhatian utama semua pihak, termasuk aparat penegak hukum dan lembaga pengawas.

Meski demikian, Agus Flores menegaskan akan tetap memonitor perkembangan polemik antara YAHMI Sulteng dan Wakapolda Sulteng, tanpa ikut campur secara langsung.

“Saya monitor saja, sesuai kapasitas saya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak YAHMI Sulteng maupun Wakapolda Sulawesi Tengah terkait polemik yang dimaksud.

Penulis : AF

Berita Terkait

GREAT Institute: “State-Driven Economy” untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan
Karyawan PT BBP Mengadu ke DPRD Murung Raya, Minta Gaji Dibayar dan Status Kerja Diperjelas
PELNI Berikan Diskon Tiket Kapal 30 Persen Selama Libur Sekolah 2026
Polres Murung Raya Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis, Ribuan Pelajar Terima Manfaat
Dandim 1013/Muara Teweh Perkuat Sinergi dengan Insan Pers Murung Raya
Ops Antik Toba 2026, Polres Asahan Ungkap 69 Kasus Narkotika dan Amankan 85 Tersangka
Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Program MBG
Bupati Baharuddin Terima Penghargaan Sahabat Pers di Pelantikan JMSI Batu Bara

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:28 WIB

Karyawan PT BBP Mengadu ke DPRD Murung Raya, Minta Gaji Dibayar dan Status Kerja Diperjelas

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:27 WIB

PELNI Berikan Diskon Tiket Kapal 30 Persen Selama Libur Sekolah 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:47 WIB

Polres Murung Raya Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis, Ribuan Pelajar Terima Manfaat

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:45 WIB

Dandim 1013/Muara Teweh Perkuat Sinergi dengan Insan Pers Murung Raya

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:38 WIB

Ops Antik Toba 2026, Polres Asahan Ungkap 69 Kasus Narkotika dan Amankan 85 Tersangka

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page