Makasar — LPM Penalaran UNM Makassar terdapat enam Calon Ketua Umum Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran UNM Periode 2025/2026 yaitu A. Muh. Farid Naufal Alghani, Andi Moch Ikhsan Syahputra, Ashar Hidayat, Hardiansyah Rasyid, Muhammad Ammar Latif, dan Muhammad Iqram.
Ketua Umum (Ketum) LPM Penalaran UNM Periode 2024/2025, Wanda Muliandira Putri menyampaikan dihadapan awak media pada, Minggu (14/12/2025) mengatakan bahwa “Kegiatan ini sangat berguna untuk mengetahui visi dan misi kandidat calon Ketua Umum LPM Penalaran UNM periode berikutnya.
“Dengan terselenggaranya kegiatan pemaparan visi dan misi ini, menandakan akan adanya proses regenerasi kepengurusan. Para calon Ketua Umum menyusun visi dan misinya berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman mereka selama berproses di Penalaran. Dari sana, mereka mengkaji dan menganalisis berbagai persoalan, capaian, serta kebutuhan lembaga, yang kemudian dirumuskan menjadi visi dan misi untuk membawa LPM Penalaran ke arah yang lebih baik dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lembaga,” ujarnya.
Wanda Muliandira Putri juga menyampaikan rasa bangganya terhadap Calon Ketum yang telah berani menampilkan visi dan misinya.
“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh calon Ketua Umum atas keberanian, kesungguhan, dan komitmen mereka dalam memaparkan visi misinya demi kemajuan LPM Penalaran,” lanjutnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator Panitia Pengarah Musyawarah Besar XVII LPM Penalaran UNM, Athaillah Hasyim, menyampaikan bahwa agenda pemaparan visi dan misi merupakan bagian penting dari rangkaian kegiatan Musyawarah Besar XVII.
“Sebagai panitia pengarah yang mengonsep rangkaian kegiatan Musyawarah Besar XVII, kami menyadari betul pentingnya agenda pemaparan visi dan misi calon Ketua Umum ini. Agenda ini merupakan salah satu bentuk budaya intelektual dialektis LPM Penalaran UNM, di mana kader-kader terbaik diberikan ruang untuk menyampaikan ide dan gagasan kritis terkait persoalan-persoalan yang ada di lembaga. Melalui forum ini, seorang pemimpin mulai terbentuk,” jelasnya.
Terakhir, Wanda Muliandira Putri mengutarakan harapannya kepada anggota untuk menjadikan hasil pemaparan visi dan misi sebagai bahan penilaian dan pertimbangan dalam menentukan penerus LPM Penalaran.
“Hasil dari pemaparan visi dan misi ini hendaknya dijadikan dasar penilaian oleh anggota aktif dalam menentukan siapa yang layak menjadi penerus kepemimpinan dan menggerakkan roda organisasi LPM Penalaran UNM ke depan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tutupnya.
Melalui kegiatan pemaparan visi dan misi ini, LPM Penalaran UNM menegaskan komitmennya dalam menjaga proses regenerasi kepemimpinan yang demokratis, partisipatif, dan berlandaskan nilai-nilai kelembagaan, sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah Besar XVII dalam menentukan arah kepemimpinan lembaga ke depan.
Penulis : Suandi




















