Felix Edon Raih Piagam Kategori Pelestari Musik Tradisional Manggarai Anugrah Kebudayaan Indonesia 2025

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Labuan Bajo — Pelaksanaan Anugrah Kebudayaan Indonesia 2025 berjalan dengan sangat sukses,(17/12) malam, di Ciputat Jakarta.

Anugrah Kebudayaan Indonesia adalah apresiasi bagi para perawat Kebudayaan di seluruh nusantara dalam menjaga nilai budaya.

Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 yang digelar pada tanggal 17 Desember 2025 merupakan puncak apresiasi dari pemerintah bagi mereka yang telah memberikan dedikasi dan menghasilkan karya terbaik masing-masing untuk kebudayaan nasional Indonesia.

Felix Edon adalah seorang seniman musik (penyanyi, pencipta lagu, musisi) dan budayawan dari Manggarai, Flores, NTT, yang dikenal karena dedikasinya melestarikan budaya lokal melalui lagu-lagu daerah, menciptakan alat musik tradisional (kolintang, suling, cakatinding). Ia menciptakan musik Manggarai dengan instrumen buatannya sendiri seperti kolintang, cakatinding dan suling, serta aktif di berbagai acara adat dan keagamaan, melawan arus modernisasi agar budaya Manggarai tidak hilang.

Baca Juga  Berkaca Sistem Demokrasi Negara Luar, KPU Bersama JMSI Sepakati Kerjasama

Felix Edon juga salah satu dari sekian peserta yang hadir dalam event Anugrah Kebudayaan Indonesia, mendapatkan momentumnya di mana pada usia senja apresiasi ini layak diberikan kepadanya.

Piagam penghargaan kategori Pelestari Musik Tradisional Manggarai atas komitmen dan kontribusinya dalam upaya pemajuan Kebudayaan Indonesia.

Di sampaikan Bapak Felix Edon saat setelah Piagam penghargaan AKI diterimanya kepada awak media di Labuan Bajo dalam sebuah wawancara melalui sambungan telepon. Ia bertutur Tentang “Tetap Berkesenian” adalah upaya untuk Merawat, Menjaga dan Melestarikan Kebudayaan Daerah, sebab Negara melindunginya melalui Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang Pemajuan Kebudayaan.

Tentang Capaian istimewa dan berharga ini adalah Capaian seluruh masyarakat Manggarai Raya, awon Wae Mokel salen Selat Sape.

Di jelaskan Feliks Edon bahwa, ” Apa yang Saya buat adalah memberi contoh untuk tetap konsisten dan menjadikan Kebudayaan sebagai Napas Kehidupan.
Namun, di kampung – kampung dan komunitas begitu banyak orang yang tetap menjaga dan merawat bahkan melestarikan budaya dengan caranya, yang tidak dilihat media”. Jelasnya

Baca Juga  Guru Besar UIN Jakarta: Kompetisi TIK Nasional untuk Penyandang Disabilitas 2025 

Untuk itu dari hati yang paling dalam saya mengucapkan:
1. Terpujilah Tuhan Langit dan Bumi dan para leluhur yang telah menciptakan danmewariskan kebudayaan yang mulia dari generasi ke generasi.
2. Terima kasih banyak Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
3. Terima kasih Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
3. Terima kasih Pemerintah Daerah Manggarai,Manggarai Barat dan Manggarai Timur.
4. Terima kasih Dinas Pendidikan Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.
5. Terima kasih banyak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.
6. Terima kasih Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali.
7. Terima kasih Balai Pelestarian Budaya Wil. XVI NTT.
8. Terima kasih Gentra Lestari Budaya Indonesia.
9. Terima kasih BPOLBF
10. Terima kasih banyak Sanggar WelaRana Ruteng, WelaRana Komodo dan WelaRana Borong.
11. Terima kasih Yayasan Pendidikan Astra Indonesia dan sekolah-sekolah Binaan di Borong Manggarai Timur.
12. Terima kasih banyak keluargaku dan Keluarga Besarku.
13. Terima kasih semua orang dan semua Pihak yang dengan caranya telah bergerak bersama dalam Menjaga Budaya Manggarai.

Baca Juga  Warga Ilaga Utara Minta Bendera Merah Putih, Satgas Yonif 700/WYC Respons dengan Penuh Haru

Ia menambahkan, “Rentang waktu berkarya sejak 1987 hingga kini adalah masa-masa yang mengukur kesetiaan dan kecintaan terhadap seni budaya tradisional Manggarai bersama saya.
Dan inilah saat yang tepat kita memperoleh Anugerah yang akan menjadi Beban Bersama dalam Merawat Menjaga dan Melestarikan Budaya”.

“Dengan semangat bersama :
CINTA BUDAYA CINTA KEHIDUPAN”. Pungkasnya

Penulis : Ricky

Berita Terkait

Hadiri MTQ XIX Tingkat Kabupaten Batu Bara Bupati Baharuddin Beri Semangat kepada Peserta 
Bupati Batu Bara Dan Direktur Utama PT Inalum Bahas Sejumlah Sektor Prioritas
Sinergi Positif, Kalapas Labuhan Ruku Terima Audiensi Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara
Kado “May Day 2026” dari Prabowo Subianto untuk Buruh Indonesia
Sapa 400 Ribu Buruh di Monas, Presiden Prabowo: ‘Saya Bersumpah Berjuang untuk Rakyat’
Polres dan Pemkab Batu Bara Peringati May Day 2026, Santuni Anak Yatim
Tegas! Prabowo Subianto: Pejabat Pintar Tapi Tak Bela Negara, Silakan Minggir
Menteri Maruarar Sirait Dorong KUR Perumahan untuk Perluas Akses Hunian di Papua

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:43 WIB

Hadiri MTQ XIX Tingkat Kabupaten Batu Bara Bupati Baharuddin Beri Semangat kepada Peserta 

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:15 WIB

Bupati Batu Bara Dan Direktur Utama PT Inalum Bahas Sejumlah Sektor Prioritas

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:02 WIB

Sinergi Positif, Kalapas Labuhan Ruku Terima Audiensi Majelis Kedatukan Melayu Batu Bara

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:24 WIB

Kado “May Day 2026” dari Prabowo Subianto untuk Buruh Indonesia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:45 WIB

Sapa 400 Ribu Buruh di Monas, Presiden Prabowo: ‘Saya Bersumpah Berjuang untuk Rakyat’

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page