Tanggerang Selatan — TempoTimur.com
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyatakan bahwa Pemkot Tangsel sedang mempercepat penataan TPA Cipeucang dengan pembebasan lahan seluas 5 hektare untuk landfill 4 dan pemasangan membran sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Pemkot Tangsel juga membatasi ritase truk sampah masuk dan menyewa alat berat untuk penanggulangan longsor. Langkah-langkah ini diambil untuk memenuhi tenggat waktu yang diberikan oleh KLH hingga akhir Desember 2025.
Pemkot Tangsel menargetkan pembangunan fisik Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL) di TPA Cipeucang mulai akhir 2025 melalui skema KPBU dengan Konsorsium IEH-CNTY sebagai pemenang lelang.
PSEL ini mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari menjadi listrik 15,7 MW. Wali Kota Benyamin Davnie telah menyerahkan surat penunjukan pemenang, dan proses AMDAL serta pembebasan lahan sedang dipercepat untuk mengatasi overload TPA saat ini.
Pilar menambahkan bahwa Pemkot Tangsel juga melakukan komunikasi intensif dengan daerah tetangga untuk membagi beban sampah selama transisi.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga mengoptimalkan infrastruktur seperti saluran water treatment dan pengolahan air lindi. Pemkot juga mengaktifkan kembali larangan kantong plastik untuk mengurangi volume sampah harian 427 ton.
Pemkot Tangsel telah menyiapkan anggaran untuk penataan landfill 4 tahun ini.
Dengan upaya-upaya yang dilakukan, Pemkot Tangsel berharap dapat memperbaiki kondisi TPA Cipeucang dan mengatasi masalah sampah di Tangerang Selatan. Warga menanti perubahan dan berharap bahwa upaya Pemkot Tangsel dapat membawa hasil yang positif.
Penulis : R. Ramdhan




















