Sorong, TempoTimur.com — Pendeta Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Alfa Omega Kota Sorong, Pdt. Alexsander Maniani, S.Th, menyoroti kasus kematian ibu dan bayi dalam kandungan yang terjadi di Jayapura.
Hal ini disampaikannya saat dikonfirmasi Jurnalis TempoTimur.com melalui pesan WhatsApp pada Kamis pagi (27/11/2025) pukul 08.47 WIT.
Sebagai tokoh agama, Pdt. Maniani menegaskan bahwa peristiwa tragis seperti ini tidak boleh terulang kembali, baik di Jayapura maupun di seluruh Tanah Papua. Ia meminta agar kasus tersebut menjadi perhatian serius bagi semua pihak dalam pelayanan kesehatan.
“Ini tidak boleh terjadi lagi, bukan saja di Jayapura, tetapi menjadi perhatian dan pembelajaran penting bagi seluruh tenaga kesehatan di Tanah Papua,” ujarnya.
Menurutnya, pasien harus selalu diprioritaskan dalam pelayanan medis. Ia menekankan bahwa proses administrasi dapat disusulkan oleh keluarga pasien, karena keselamatan manusia adalah yang paling utama.
“Pasien harus dilayani terlebih dahulu, administrasinya bisa diurus kemudian. Nyawa manusia lebih berharga dari apa pun,” tegasnya.
Pdt. Maniani juga menyampaikan doa dan harapannya agar seluruh tenaga medis di Papua diberikan hikmat serta perlindungan Tuhan dalam menjalankan tugas mereka.
“Syalom,” tutupnya.
Penulis : Amatus Rahakbauw













