Tuhan, Mengapa Engkau Tidak Mengenalku?

- Penulis

Kamis, 20 November 2025 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Di sebuah ruang yang tak terjangkau oleh waktu, orang-orang berdiri berbaris di hadapan takhta Tuhan. Wajah mereka penuh harap. Ada yang menenteng cerita tentang pelayanan, ada yang membawa kenangan tentang apa yang pernah ia lakukan di dunia.

Di tengah kerumunan itu, berdirilah seorang pria bernama Samuel. Semasa hidupnya, ia dikenal aktif di gereja. Hampir setiap minggu ia tampil, memimpin, dan berbicara lantang tentang kebaikan Tuhan. Bibirnya fasih menyebut nama-Nya.

Saat gilirannya tiba, Samuel melangkah maju. Dengan suara penuh keyakinan, ia berkata:

“Tuhan… aku sudah melayani-Mu.
Aku sudah melakukan banyak hal demi nama-Mu.”

Ia menunggu sambutan Tuhan. Ia membayangkan sebuah pelukan hangat, atau ucapan selamat atas semua yang ia kerjakan.

Baca Juga  Sosok Agus Flores, Pengacara Nyentrik yang Dekat dengan Masyarakat dan Aktif Menyuarakan Isu Polri

Namun yang terdengar adalah suara lembut, namun penuh ketegasan:

“Anak-Ku… Aku tidak mengenal engkau.”

Samuel tertegun. Kata-kata itu mengguncang hatinya.
“Tidak mengenalku, Tuhan? Bukankah aku aktif dalam pelayanan-Mu? Bukankah nama-Mu selalu kusebut?”

Suasana hening. Dalam keheningan itu, Tuhan berbicara seperti ayah menegur anak yang dikasihi.

“Engkau memang melakukan banyak hal,
tetapi hatimu jauh dari-Ku.
Pelayananmu bukan lahir dari kasih,
melainkan dari keinginan dipuji manusia.”

Kilasan hidup Samuel terbayang.
Ia ingat betapa sering ia melayani demi dilihat banyak orang.
Ia ingat betapa ia marah bila tak mendapatkan penghargaan.
Ia ingat bahwa ia jarang berdoa—kecuali saat hendak tampil.

Tuhan melanjutkan:

“Aku melihat hati, bukan hanya pekerjaan tangan.
Aku mencari ketulusan, bukan sekadar aktivitas.
Aku mengenal orang-orang yang berjalan dengan-Ku
setiap hari, dalam kasih dan kebenaran.”

Baca Juga  Aroma Kopi di Rumah Tuhan

Di sisi lain ruangan, tampak seorang perempuan tua berdiri. Ia tak dikenal siapa-siapa. Semasa hidupnya, ia bukan pengkhotbah, bukan pemimpin, bukan tokoh gereja. Namun ia mengasihi diam-diam: menolong tetangga lapar, berdoa untuk anak-anak yang bukan keluarganya, mengunjungi orang sakit tanpa pernah mempostingnya di mana pun.

Saat Tuhan memanggilnya, wajah-Nya berseri:

“Engkau milik-Ku.
Aku mengenal engkau.”

Perempuan itu menangis bahagia, sementara Samuel tertunduk, menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan.

Cerita itu tak hanya tentang mereka—tetapi tentang kita semua.
Bahwa di hadapan Tuhan, yang bernilai bukan seberapa banyak kita tampil, tetapi seberapa dalam kita mengasihi.

Sebab pelayanan sejati bukan untuk memuaskan mata manusia,
tetapi untuk menyentuh hati Tuhan.

Baca Juga  MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu

Dan bagi mereka yang melayani dengan kasih yang tulus,
Tuhan selalu berkata:

“Engkau milik-Ku. Aku mengenal engkau.”

 

Penulis : Amatus Rahakbauw

Berita Terkait

Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran
Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami
Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan
Jaga Marwah dan Identitas Kabupaten Batu Bara Serukan Pelestarian Budaya Melalui Peringatan Hari Bertanjak Sedunia 2026
MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu
Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

Hutan Menangis, Negeri Terdiam

Jumat, 25 September 2026 - 11:33 WIB

Ketika Alam Mulai Menagih

Rabu, 23 September 2026 - 09:42 WIB

Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran

Sabtu, 19 September 2026 - 10:11 WIB

Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Rabu, 16 September 2026 - 14:00 WIB

Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan

Berita Terbaru

Berita Utama

Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka Korupsi, BNPB Hormati Proses KPK

Kamis, 15 Okt 2026 - 13:42 WIB

You cannot copy content of this page