Manokwari — Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Barat meresmikan Forum Ekonomi Papua Barat Produktif dan Perdamaian sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pembangunan ekonomi dan perdamaian berkelanjutan di Tanah Papua, khususnya di wilayah Papua Barat.
Ketua terpilih BP3OKP Papua Barat, Levinus Wanggai, saat dikonfirmasi Jurnalis Tempo.Timur. com Rabu siang (19/11/2025)WIT menjelaskan bahwa pembangunan di Papua, termasuk Papua Barat, masih menghadapi berbagai tantangan. Meskipun Otonomi Khusus memberikan peluang besar untuk percepatan pembangunan, manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh Orang Asli Papua (OAP).
“Pembangunan di Tanah Papua masih menghadapi banyak tantangan. Manfaat Otsus belum sepenuhnya menjangkau masyarakat secara merata,” ujar Levinus.
Menjawab kondisi tersebut, BP3OKP membentuk forum ini sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas lokal, lembaga adat, serta gereja. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang produktif, inklusif, dan damai.
Forum ini juga dirancang untuk menghadapi berbagai persoalan daerah, seperti meningkatnya angka pengangguran, ketimpangan ekonomi, serta rendahnya kapasitas SDM lokal. Melalui forum ini, BP3OKP mendorong pengembangan wirausaha berbasis potensi unggulan daerah, seperti pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Pembentukan forum ini turut menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden serta Rencana Induk Percepatan Pembangunan (RIPP) Otsus Papua, yang menempatkan “Papua Sejahtera dan Damai” sebagai tujuan utama pembangunan.
Forum Ekonomi Papua Barat Produktif dan Perdamaian berlandaskan pada:
UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua
Peraturan Presiden Nomor 121 Tahun 2022 tentang BP3OKP
Prinsip Papua Barat Produktif, Inklusif, dan Damai sebagai arah pembangunan berbasis potensi lokal.
Dengan semangat kolaborasi, BP3OKP berharap forum ini menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan Papua Barat yang mandiri, sejahtera, dan hidup dalam harmoni.
Penulis : Amatus Rahakbauw























