Pemprov Papua Barat Apresiasi Dr. Meriance Kelieli atas Penelitian Konservasi Ikan Pelangi Arfak

- Penulis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

MANOKWARI — Pemerintah Provinsi Papua Barat memberikan apresiasi tinggi kepada Dr. Meriance Kelieli, lulusan baru Program Doktor Universitas Papua (Unipa), atas penelitian strategisnya mengenai pengelolaan ikan pelangi Arfak (Melanotaenia arfakensis Allen, 1990) berdasarkan aspek ekologi, struktur komunitas, dan genetik di perairan tawar Kebar, Kabupaten Tambrauw.

Ujian terbuka disertasi tersebut berlangsung di Kampus Unipa, Manokwari, Jumat (10/10/2025), dengan Prof. Dr. Ir. Rony Bawole, M.Si. sebagai promotor utama. Hadir dalam kegiatan itu Asisten II Setda Papua Barat, Melkias Werinussa, SE, mewakili Gubernur Papua Barat, serta Rektor Unipa, Dr. Hugo Warami.

Penelitian yang dilakukan Dr. Meriance menjadi salah satu kajian penting dalam upaya pelestarian spesies endemik Papua Barat yang kini terancam akibat perubahan ekosistem dan aktivitas manusia di wilayah perairan Kebar.

Baca Juga  Pemprov Papua Barat Siapkan Konsultan untuk Perkuat RSUP, Targetkan Jadi Rumah Sakit Pendidikan dan Rujukan

“Ikan pelangi Arfak merupakan kebanggaan kita. Melalui penelitian ini saya ingin memberikan kontribusi ilmiah bagi pengelolaan dan konservasi spesies endemik ini secara berkelanjutan,” ujar Dr. Meriance Kelieli dalam wawancaranya kepada Tempotimur.com, Kamis malam (9/10/2025).

Sementara itu, promotor utama, Prof. Dr. Rony Bawole, menilai penelitian tersebut sebagai prestasi membanggakan dan berdampak nyata bagi ilmu pengetahuan dan pelestarian lingkungan di Papua Barat.

“Ini prestasi luar biasa ketika anak-anak Unipa meneliti hal-hal yang spesifik dan endemik di tanah ini, seperti ikan pelangi. Ini kebanggaan bagi kita semua, apalagi dilakukan oleh anak-anak negeri sendiri,” ungkap Prof. Bawole.

Ia menambahkan, penelitian ini menunjukkan kolaborasi nyata antara sains, alam, dan masyarakat dalam menjaga kekayaan hayati Papua.

Baca Juga  DPRD Murung Raya Ajak Pemuda Aktif Berkontribusi dalam Pembangunan Daerah

“Konservasi dan sumbangan keilmuan yang diberikan oleh Dr. Meriance sangat luar biasa, sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian sumber daya ikan di tanah ini,” tambahnya.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang hadir juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Dr. Meriance, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Papua Barat.

“Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian spesies endemik dan mengendalikan degradasi lingkungan,” ujar Asisten II Setda Papua Barat, Melkias Werinussa, mewakili gubernur.

Ia menegaskan, pemerintah mendukung adanya regulasi yang kuat untuk melindungi habitat ikan pelangi Arfak, tanpa menghambat kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Konservasi harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Regulasi lingkungan perlu diperkuat, namun tetap memperhatikan aspek sosial ekonomi warga,” tegasnya.

Baca Juga  Pengukuhan Pengurus Dekranasda Kota Tanjung Balai Masa Bakti 2025 - 2030

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi dan riset ilmiah.

“Prestasi Dr. Meriance menjadi motivasi bagi ASN lainnya untuk menempuh pendidikan lanjut. Ia adalah contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,”
ujarnya.

Penelitian berjudul “Strategi Pengelolaan Ikan Pelangi Arfak (Melanotaenia arfakensis Allen, 1990) Berdasarkan Aspek Ekologis, Struktur Komunitas, dan Genetik di Perairan Tawar Kebar” ini menyoroti penurunan populasi ikan pelangi Arfak akibat aktivitas penambangan dan degradasi habitat.

Melalui pendekatan ekologi dan genetika, hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi ilmiah dan dasar kebijakan pemerintah daerah dalam pengelolaan serta konservasi ikan endemik Papua Barat secara berkelanjutan.

Penulis : Amatus Rahakbauw. K

Berita Terkait

DPRD Murung Raya Sahkan Perubahan APBD 2026, Bupati Heriyus Minta Percepat Serapan Anggaran
Dua Kecamatan Pesisir Tanjung Balai Masuk Program Strategis NPGT Nasional
Dina Maulidah Jadi Narasumber LDKM Akbid Murung Raya
Ketua DPRD Murung Raya: Kepastian Hukum Izin PT Artasia Syarat Mutlak Investasi
Rapat Koordinasi Pemkab Murung Raya-PT ACP: Fokus pada Penanganan Debu dan Keluhan Warga
Ikuti Rakor Inflasi Kemendagri, Pemkab Mura Siap Kawal Program Pusat
Wapres Gibran Tinjau Karhutla di Kalteng, Temui Keluarga Petugas yang Gugur
Bupati Heriyus Buka PKKMB Akbid Murung Raya, Dorong Mahasiswa Berkarakter

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:50 WIB

DPRD Murung Raya Sahkan Perubahan APBD 2026, Bupati Heriyus Minta Percepat Serapan Anggaran

Kamis, 17 September 2026 - 01:32 WIB

Dua Kecamatan Pesisir Tanjung Balai Masuk Program Strategis NPGT Nasional

Kamis, 17 September 2026 - 00:15 WIB

Dina Maulidah Jadi Narasumber LDKM Akbid Murung Raya

Kamis, 17 September 2026 - 00:02 WIB

Ketua DPRD Murung Raya: Kepastian Hukum Izin PT Artasia Syarat Mutlak Investasi

Rabu, 16 September 2026 - 23:48 WIB

Rapat Koordinasi Pemkab Murung Raya-PT ACP: Fokus pada Penanganan Debu dan Keluhan Warga

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page