Fakfak — Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Fakfak, Agus Zuldi Hermawan, menginformasikan bahwa Pelni Fakfak memiliki terminal point di Pelabuhan Karas. Pelabuhan tersebut rutin disinggahi kapal perintis, di antaranya KM Sabuk Nusantara 42, KM Sabuk Nusantara 75, dan KM Sabuk Nusantara 96 saat ditemui ruang kerja Selasa (23/9/2025) pukul 11.46 WIT.
Pelabuhan Karas yang dikelola UPP Kelas III Karas telah dilengkapi dengan fasilitas dermaga sepanjang 100 meter, penerangan, bolder, fender, serta kedalaman kolam pelabuhan saat surut mencapai sekitar 8 meter. Menurut Agus, pelabuhan ini menjadi penghubung utama masyarakat Karas untuk mobilisasi menuju Sorong, Fakfak, hingga Kaimana.
Selain sebagai jalur transportasi, pelabuhan ini juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Mayoritas warga Karas yang berprofesi sebagai nelayan dan petani kebun memanfaatkan pelayaran untuk menjual hasil laut maupun hasil kebun, sekaligus berbelanja kebutuhan rumah tangga di Fakfak dan Kaimana. Capt. Antonius Fernando, Nakhoda KM Sabuk Nusantara 96, menegaskan bahwa perdagangan hasil kebun dan laut masyarakat Karas menjadi salah satu penopang utama perputaran ekonomi lokal. “Mereka berangkat membawa hasil bumi dan laut, membeli kebutuhan sehari-hari, lalu kembali ke Karas,” jelas Nakhoda KM. Sabuk Nusantara 96.
Aktivitas perdagangan ini juga berjalan sebaliknya. Warga dari Fakfak, Kaimana, bahkan Sorong sering datang ke Karas untuk mencari hasil bumi dan laut. Hal ini menciptakan hubungan dagang rutin antarwilayah pesisir.
Dengan keberadaan kapal Pelni sangat membantu mobilitas masyarakat pesisir dan memperkuat jalur distribusi ekonomi di Papua Barat.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K





