Sirilus Ladur: BPN Manggarai Barat Cendrung Tebang Pilih Mengurus Pertanahan Di Labuan Bajo

- Penulis

Rabu, 3 September 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Labuan Bajo — Publik Manggarai Barat geram akibat ulah Kepala (BPN) di Labuan Bajo, Danial Imanuel Liunesi dalam sikapnya memilih diam saat di mintai keterangan terkait berbagai macam keluhan masyarakat soal pelayanan Pertanahan.

Anehnya lagi, Konfirmasi media melalui pesan singkat pun sama sekali tidak di tanggapi, upaya untuk bertemu secara langsung kantor BPN mengalami hal serupa.

Kecurigaan publik menjadi-jadi atas sikap bungkam dari Kepala BPN Danial Imanuel Liunesi cendrung memantik sikap amarah publik pasalnya, selama ini BPN Manggarai Barat kerap mendapat keluhan warga lantaran pelayanan yang sangat lamban, berbelit-belit, hingga dugaan adanya praktik kotor di balik meja.

Pengurusan sertifikat yang seharusnya cepat dan sederhana, justru terkatung-katung tanpa kepastian, bahkan menimbulkan dugaan adanya praktik “jalan pintas” berbiaya tinggi.

Aksi demontrasi yang di gelar oleh Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (FMPD) selasa, (1/9/2025), menyoroti dengan sangat tegas BPN kerap jadi sasaran kritik dari masyarakat. Para demonstran yang hadir menuding, pelayanan pertahanan di daerah Pariwisata Super Prioritas ini justru menjadi ladang subur bagi para mafia tanah di Labuan Bajo yang diduga bermain dengan memanfaatkan kelemahan birokrasi.

Baca Juga  Dewan Dukung Pemkab Murung Raya Gandeng Investor Memajukan Daerah

Keluhan warga pun semakin nyaring, salah satunya Yosef, warga Kelurahan Wae Kelambu, mengaku “sudah hampir tiga tahun mengurus sertifikat tanah warisan keluarganya namun belum juga rampung”. Bebernya dengan nada geram!

Yosef menambahkan “Kami bolak-balik ke kantor BPN, hanya dijanjikan terus menerus tidak pernah berakhir. Kalau tidak ada biaya tambahan, berkas kami seperti sengaja ditahan. Ini benar-benar menyakitkan,” ungkapnya.

Hal serupa dialami Sirilus Ladur, warga Labuan Bajo. Ia menuturkan, “pengurusan sertifikat tanah seluas 1 lahan kecil milik saya saja sudah memasuki tahun kedua tanpa kejelasan, bagaimana mungkin bisa terjadi, ini bobrok namanya”

“Setiap kali saya datang, jawabannya tunggu. Kalau begini terus, kami bisa kalah sama investor besar yang dengan mudah dapat izin dan sertifikat. Rakyat kecil mau taruh di mana?”. BPN seharusnya proaktif untuk mengurus kebutuhan masyarakat, pelayanannya harus di perbaiki jangan tebang pilih antara masyarakat kecil dan pihak investor kita ini sama”. Tuturnya dengan nada kesal

Baca Juga  Jelang Operasi Ketupat Turangga 2024, 231 Personil Gabungan Disiagakan di Labuan Bajo

Publik semakin geram karena hingga kini tidak ada langkah nyata dari BPN untuk merespons keluhan tersebut. Padahal, persoalan pertanahan di Labuan Bajo dan Manggarai Barat kerap berujung konflik horizontal antar warga, maupun antar masyarakat dan investor. Keterlambatan pelayanan BPN justru memicu memperlebar ruang bagi para spekulan dan pemodal besar untuk menguasai lahan secara tidak adil.

Praktisi hukum di Manggarai Barat Iren Surya menilai, pelayanan yang lamban, bobrok dan tidak profesional ditubuh BPN bukan hal baru baginya.

“Selain itu, juga tidak ada kepastian waktu untuk setiap pelayanan sertifikat di Kantor BPN Mabar,” ujarnya.

Terhadap sikap bungkam Kepala BPN tidak bisa dianggap sepele. Hal itu menandakan lemahnya manajemen atau dugaan unsur kesengajaan.

Baca Juga  Dua Orang Montir di Labuan Bajo Diamankan Polisi Terkait Narkotika

“Ketika lembaga publik memilih diam di tengah kritik, itu menandakan ada persoalan serius di dalamnya. Bisa karena lemahnya manajemen, atau memang ada sesuatu yang sengaja ditutup-tutupi,” ujarnya.

Masyarakat kini mendesak Kementerian ATR/BPN di Jakarta untuk turun langsung mengevaluasi kinerja BPN Manggarai Barat. Tanpa langkah tegas, dikhawatirkan kasus pertanahan di daerah ini akan terus menjadi bara konflik yang mengancam ketertiban dan keadilan sosial.

Penulis : Ricky

Berita Terkait

Komisi III DPRD Murung Raya Apresiasi Gerakan Pangan Murah, Dinilai Efektif Jaga Stabilitas Harga
Gubernur Papua Barat Hadiri Dialog Politik dan Keamanan Bersama Menko Polkam di Jakarta
Kanwil Ditjenpas Sumut Gelar Pelatihan Calon Asesor di Lapas Labuhan Ruku
Bendum Gerindra Sumut dan CEO Sumut24 Dorong Gagasan KOMID Dukung Prabowo
Jalan Fakfak–Kokas Rawan, Distrik Kayauni Minta Perbaikan
​Peringati HBP ke-62, Lapas Labuhan Ruku Gandeng PMI Batu Bara Gelar Donor Darah 
Gubernur Papua Barat Usulkan Penambahan TKD dan Fleksibilitas Dana Otsus dalam Rapat di Jakarta
Pemkab Murung Raya Kaji Tiru Program Kredit UMKM ke Lombok Timur NTB

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:40 WIB

Komisi III DPRD Murung Raya Apresiasi Gerakan Pangan Murah, Dinilai Efektif Jaga Stabilitas Harga

Rabu, 15 April 2026 - 15:29 WIB

Gubernur Papua Barat Hadiri Dialog Politik dan Keamanan Bersama Menko Polkam di Jakarta

Rabu, 15 April 2026 - 15:11 WIB

Kanwil Ditjenpas Sumut Gelar Pelatihan Calon Asesor di Lapas Labuhan Ruku

Selasa, 14 April 2026 - 22:26 WIB

Bendum Gerindra Sumut dan CEO Sumut24 Dorong Gagasan KOMID Dukung Prabowo

Selasa, 14 April 2026 - 16:14 WIB

Jalan Fakfak–Kokas Rawan, Distrik Kayauni Minta Perbaikan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page