Isi Cerpen
Penulis Amatus.Rahakbauw. K
Benarkah manusia baru disebut “terhormat” ketika ia bergelimang uang, berlimpah harta, atau berlabel kontraktor? Apakah martabat seseorang hanya diukur dari berapa banyak saldo di rekeningnya dan berapa gedung yang ia bangun?
Lalu bagaimana dengan kami—yang hanya pengangguran, yang tetap bernafas dengan keringat kecil dan doa sederhana? Apakah kami tak pantas disebut manusia?
Ketahuilah, kekayaan hanyalah perhiasan sesaat. Ia bisa membuatmu angkuh, bisa menutup mata batinmu, bisa menjadikanmu raja di singgasana semu. Namun, manusia sejati bukan dinilai dari harta, melainkan dari hati. Dari bagaimana ia memanusiakan manusia lain.
Mereka yang sombong dengan kekayaan akan tumbang oleh waktu, sebab kesombongan selalu mengundang kehancuran. Sebaliknya, kerendahan hati adalah warisan yang tak lekang. Ia menjadikan seseorang dihormati, bahkan setelah hartanya lenyap.
Maka janganlah terbuai oleh gelar, harta, dan kedudukan. Sebab yang lebih mulia adalah sikap—bagaimana engkau berdiri di antara sesama tanpa merendahkan mereka yang kecil.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K




















