Manokwari — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Joni Saiba, SH., M.Ap., menegaskan pentingnya dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah demi kelancaran program pembinaan dan partisipasi atlet Papua Barat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang bela diri yang akan digelar di Kudus, Jawa Tengah, pada Oktober 2025 mendatang.
Dalam konfirmasi melalui WhatsApp kepada Tempo.Timur.com pada Senin siang (28/7/2025) pukul 14.12 WIT, Joni Saiba menyampaikan bahwa sejumlah program KONI Papua Barat tahun 2025 telah disusun dan diajukan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, namun hingga kini masih terkendala pencairan anggaran.
“Kami sudah beberapa kali berkomunikasi dengan Bapak Gubernur Papua Barat. Informasi yang kami terima, anggaran untuk KONI sudah dalam proses di Dinas Keuangan. Kami harap realisasi bisa dipercepat karena sangat urgen untuk menunjang visi-misi Gubernur, terutama dalam bidang olahraga,” ujar Joni.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berinisiatif menggunakan dana pribadi guna mendukung beberapa cabang olahraga yang tetap aktif berkompetisi demi menjaga performa atlet. Salah satunya adalah cabang olahraga tinju yang saat ini mengikuti kejuaraan di Jakarta dan berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai petinju terbaik kedua.
Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Prestasi ini adalah bukti bahwa atlet Papua Barat mampu bersaing di level nasional, bahkan internasional,” kata Joni.
Joni juga meluruskan informasi publik terkait kepengurusan KONI Papua Barat. Menurutnya, saat ini posisi Ketua Umum KONI dijabat oleh dirinya sebagai Plt, bukan oleh Gubernur Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., yang sebelumnya memberikan mandat kepemimpinan sebelum resmi menjabat gubernur.
“Keputusan ini telah ditetapkan oleh KONI Pusat. Jadi jika ada urusan yang menyangkut organisasi, silakan langsung berkoordinasi dengan Plt Ketua Umum,” tegasnya.
KONI Papua Barat juga tengah menunggu kepastian dana hibah agar dapat menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi pada Oktober mendatang, sekaligus mendorong pembentukan kepengurusan baru di tingkat KONI kabupaten/kota.
“Kami telah berkoordinasi dengan beberapa daerah seperti Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, dan Wondama. Sementara itu, kami juga terus menjalin komunikasi intensif dengan Manokwari dan Pegunungan Arfak (Pegaf), agar segera membentuk kepengurusan KONI baru. Para Bupati terpilih diharapkan siap menjadi Ketua KONI Kabupaten untuk memperkuat pembinaan atlet dari akar rumput,” jelas Joni.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara KONI provinsi, kabupaten, serta pemerintah daerah agar Papua Barat dapat melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama daerah.
Catatan Redaksi:
Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga diharapkan dapat segera merealisasikan dukungan anggaran bagi KONI Papua Barat. Keberhasilan atlet di ajang nasional bukan hanya prestasi individu, tetapi juga wujud keseriusan daerah dalam membina generasi muda yang unggul dan sehat.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K























