Fakfak — Ibadah Minggu pagi yang berlangsung pada Minggu, 27 Juli 2025, pukul 10.19 WIT di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Bethesda Fakfak, Jalan A. Yani, Kabupaten Fakfak, dipenuhi suasana hikmat dan kerinduan jemaat akan firman Tuhan.
Ibadah Minggu ini dipimpin langsung oleh Pdt. Budi Rumayomi, yang menyampaikan khotbah berdasarkan Kitab Yakobus 4:10,
“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.”
Pesan Firman: Hidup Merendah dan Menolak Daya Tarik Dunia
Dalam penyampaian firman, Pdt. Budi mengingatkan jemaat untuk tidak menjadikan ibadah sebagai rutinitas belaka, tetapi sebagai kesempatan berharga untuk mengoreksi diri dan memperbarui hubungan dengan Tuhan.
“Ibadah bukan hanya kewajiban mingguan, tetapi momen kudus untuk mendekatkan hati kepada Tuhan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjauhkan diri dari hawa nafsu dan persahabatan dunia, yang menurutnya bisa menyesatkan umat dari rencana dan kehendak Allah.
Pdt. Budi menekankan bahwa sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup dalam kerendahan hati, kesederhanaan, dan ketaatan, bukan demi dilihat manusia, melainkan demi berkenan kepada Tuhan.
Hal ini sejalan dengan 1 Petrus 4:7:
“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”
“Kalau kamu berdoa, masuklah ke dalam kamar dan tutuplah pintumu. Jangan bertele-tele seperti orang munafik, sebab Bapamu tahu apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya” (Matius 6:5–6).
Ibadah ditutup dengan doa syafaat dan puji-pujian. Jemaat tampak terbangun secara rohani dan terdorong untuk menghidupi firman dalam keseharian. Ibadah ini menjadi momen reflektif dan penguatan iman, bahwa dalam kerendahan hati dan penundukan diri, ada peninggian dan penyertaan Tuhan yang nyata.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K



















