Fakfak — Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Asy-Syafi’iyah Fakfak melaksanakan Wisuda ke-20 bagi lulusan Program Studi Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis, 26 Mei 2025. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh haru di Lapangan Basket Gedung KONI, Jalan D.I. Panjaitan, Distrik Fakfak Utara, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Wisuda kali ini dihadiri selain para wisudawan, juga para orang tua wisudawan, tokoh masyarakat, pengurus yayasan, serta sejumlah pejabat daerah. Namun, Bupati Fakfak kembali tidak hadir, sebagaimana terjadi dalam pelaksanaan wisuda pada tahun-tahun sebelumnya.
Dalam sambutannya, Hj. Sumartini, S.E., salah satu pendiri Yayasan Tunas Onim Nusantara, menyampaikan kritik terbuka terhadap absennya kepala daerah dan lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap perguruan tinggi lokal yang telah berkiprah selama lebih dari dua dekade.
“Kami membangun kampus ini dari nol, tanpa gedung megah, tanpa fasilitas memadai dari pemerintah. Hanya berbekal semangat dan tekad demi masa depan generasi muda Papua. Tapi setiap kali wisuda, pimpinan daerah tak pernah hadir,” tegas Hj. Sumartini, yang menyampaikan sambutan dari atas kursi roda.
Ia menilai ketidakhadiran kepala daerah bukan sekadar persoalan seremonial, melainkan cerminan minimnya komitmen terhadap pengembangan pendidikan tinggi dan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Tolong jangan abaikan lamaran kerja lulusan kami. Mereka bukan sarjana instan. Mereka telah menempuh perjuangan panjang dengan pengorbanan besar dari keluarga. Jangan biarkan mereka menjadi pengangguran terdidik di tanah mereka sendiri,” ujarnya.
STIA Asy-Syafi’iyah telah berdiri selama 25 tahun dan terus berupaya mencetak sumber daya manusia unggul di bidang administrasi, baik untuk sektor publik maupun swasta. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa para lulusan masih menghadapi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, khususnya di lingkungan pemerintah daerah.
Hj. Sumartini berharap Pemda Fakfak tidak hanya hadir dalam bentuk dukungan simbolik, tetapi juga menunjukkan keberpihakan nyata dengan membuka peluang kerja bagi lulusan kampus lokal.
“Kami tidak meminta belas kasihan, tapi keadilan. Sudah saatnya pemimpin daerah menghargai perjuangan anak-anak dan orang tua yang dengan susah payah meraih pendidikan tinggi,” tutupnya dengan nada haru.
Untuk pertama kalinya, prosesi wisuda STIA Asy-Syafi’iyah dilaksanakan di Gedung KONI Fakfak, dengan dekorasi bernuansa merah dan hijau sebagai latar utama, menambah semarak dan kehangatan acara Wisuda STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K

















