Manokwari — Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, hadir dalam Ibadah Persekutuan Oikumene yang digelar di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat, Jumat (20/6/2025). Acara ini menjadi momentum spiritual lintas instansi vertikal yang menyatukan berbagai lembaga pemerintahan di bawah semangat pelayanan dan integritas.
Kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh Kepala BPS Papua Barat, Ir. Merry MP, setelah berkonsultasi dengan Kepala Kanwil Lampung, yang mengusulkan agar ibadah bersama melibatkan kepala daerah sebagai simbol kolaborasi dan keteladanan rohani.
“Puji Tuhan, Bapak Gubernur berkenan hadir di tengah kita. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi bentuk nyata dukungan terhadap pertumbuhan iman dan pelayanan publik,” ujar Merry dalam sambutannya.
Selain spiritualitas, Merry juga memaparkan agenda strategis BPS yakni pelaksanaan Sensus Ekonomi 2025 yang akan menjangkau seluruh wilayah Papua Barat. Ia menegaskan bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi dan instansi vertikal sangat vital agar data yang dikumpulkan akurat dan berdampak pada kebijakan pembangunan.
“Dengan hormat kami juga memohon izin memasang baliho bergambar Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam sensus,” tambahnya.
Dalam sambutannya yang penuh tekanan moral dan spiritual, Gubernur Dominggus menegaskan bahwa ibadah lintas instansi bukanlah seremoni semata, melainkan ruang penguatan iman dan karakter aparatur sipil negara.
“Satu hari di pelataran Tuhan lebih baik daripada seribu hari di tempat lain. Ibadah ini harus menjadi bagian dari budaya kerja. Dari firman Tuhan, kita dituntun agar pelayanan kita kepada rakyat tidak pincang,” tegasnya.
Gubernur juga meminta agar ibadah Oikumene dijadikan agenda rutin di seluruh institusi vertikal maupun provinsi untuk merawat keharmonisan sosial di Papua Barat yang multietnis dan multikultural.
Terkait Sensus Ekonomi, Gubernur memberi dukungan penuh dan menekankan agar masyarakat bersikap jujur, terbuka, dan bersedia didata saat petugas datang ke rumah.
“Saya ini mantan kepala distrik. Tahun 1992–2000 saya turun langsung bantu petugas sensus. Kami siapkan perahu, kami angkut logistik agar petugas bisa menjangkau kampung-kampung. Jadi saya tahu betul, sensus ini urat nadi pembangunan,” katanya mengenang dengan nada penuh keyakinan.
Di ujung acara, Dominggus menyerukan pesan penting kepada seluruh pimpinan lembaga vertikal dan ASN agar membangun Papua Barat dengan kasih, toleransi, dan data yang jujur.
“Ibadah dan pelayanan publik tidak boleh terpisah. Kita membangun Tanah Papua bukan dengan ego sektoral, tapi dengan cinta kasih dan kebijakan yang berbasis data akurat,” pungkasnya dengan suara lantang.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K






















