Manokwari — Pertemuan Pendoa Syafaat Gereja Pekabaran Injil (GPI) Jalan Suci se-Tanah Papua resmi digelar pada 19 hingga 22 Juni 2025 di Gedung GPI Jemaat Yerusalem, Jalan Suci, Manokwari. Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, dan dihadiri oleh 260 peserta dari berbagai sinode, daerah, dan cabang GPI di seluruh Tanah Papua.
Ketua Panitia, Ny. Engelina Murafer, S.STP dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan perdana yang digagas oleh Majelis Daerah GPI Jalan Suci se-Tanah Papua melalui surat keputusan yang dikeluarkan di Sorong.
Tujuan utama pertemuan ini adalah memperkuat kehidupan rohani umat melalui doa syafaat, yaitu:
1. Mendoakan Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemerintah se-Tanah Papua, dan seluruh masyarakat Papua.
2. Menunjukkan empat pilar kasih.
3. Membangun keintiman dengan Tuhan.
4. Menguatkan iman jemaat.
5. Menumbuhkan kerendahan hati dalam kehidupan beriman.
Tema yang diangkat adalah kutipan dari 2 Tawarikh 7:15: “Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.”
Sebanyak 250 peserta inti dan 10 perwakilan pengurus sinode dan cabang hadir dalam kegiatan ini, menjadikan total peserta sebanyak 260 orang. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan dana sebesar Rp594.750.000, yang bersumber dari:
Pemerintah Provinsi Papua Barat: Rp300 juta
Jemaat Yerusalem sebagai panitia lokal: Rp38,95 juta
Donatur pribadi, seperti Bapak Sagrim (Rp30 juta), Ibu Salosa (Rp5 juta), dan Bapak Apolos Asmuruf (Rp5 juta)
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan mengingatkan kembali sejarah penyebaran Firman Tuhan dari Pulau Mansinam ke seluruh pelosok Tanah Papua. Ia menyatakan bahwa Papua kini telah keluar dari kegelapan dan hidup dalam terang kasih Yesus Kristus.
“Setelah Injil masuk di Mansinam, firman Tuhan terus diberitakan lewat laut, darat, hingga udara. Sekarang kita hidup dalam terang kasih Yesus,” ucapnya.
Gubernur juga mengapresiasi GPI Jalan Suci yang telah berdiri sejak tahun 1974 dan terus berkontribusi dalam pembangunan spiritual masyarakat Papua melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan di enam provinsi di Tanah Papua.
Pertemuan ini dianggap penting karena menjadi momentum untuk:
Memperkuat persatuan umat Kristen se-Tanah Papua dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus.
Mendoakan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Meningkatkan keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Membagikan pengalaman rohani dan memperdalam pemahaman akan ajaran Kristen.
Memohon petunjuk Tuhan dalam menghadapi tantangan pembangunan di Tanah Papua.
Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan yang dapat meningkatkan kualitas hidup, keimanan, dan ketakwaan masyarakat.
“Kami yakin bahwa melalui pendekatan spiritual, masyarakat Papua Barat dan se-Tanah Papua akan semakin kuat menghadapi tantangan pembangunan,” tutup Gubernur Mandacan.
Penulis : Amatus.Rahakbauw.K













