Klinik Pertanian Bondowoso, Solusi Cerdas Hadapi Krisis Iklim dan Tantangan Petani Modern

- Penulis

Selasa, 10 Juni 2025 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bondowoso, Tempotimur.com  – Bupati Bondowoso, Drs. KH. Abdul Hamid Wahid, meresmikan Klinik Pertanian di kios UD Hasanah, Desa Pakuniran, Kecamatan Maesan Bondowoso.

Acara ini menandai komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, inklusif, dan berkelanjutan di tahun 2025.

Dalam sambutannya, Bupati Hamid Wahid menegaskan bahwa pertanian merupakan pilar utama pembangunan ekonomi Bondowoso.l, (10/25).

“Sejak sejarah panjang Bondowoso, pertanian dan perkebunan telah menjadi nadi kehidupan ekonomi masyarakat. Maka, peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani menjadi fokus utama kami,” ujar beliau.

Klinik Pertanian: Inovasi Nyata di Tengah Tantangan Global

Klinik Pertanian yang diresmikan bukan sekadar tempat konsultasi, melainkan pusat edukasi, pemecahan masalah, serta inovasi.

Baca Juga  Launching Klinik Pertanian Bondowoso: Langkah Nyata Menuju Petani Berkualitas

Di tempat inilah, menurut Bupati, sinergi antara petani, penyuluh, dan seluruh stakeholder akan berjalan aktif dan dinamis.

Klinik ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik terbaik yang akan direplikasi ke seluruh desa di Bondowoso.

“Kita ingin menghadirkan pertanian berbasis ilmu dan teknologi, berorientasi pasar, ramah lingkungan, serta memberikan nilai tambah nyata bagi petani,” tegas Bupati.

Menjawab Tantangan Pertanian Masa Kini

Bupati Hamid Wahid juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini, seperti krisis iklim, keterbatasan lahan, serangan hama, fluktuasi harga, hingga terbatasnya akses teknologi dan modal.

Oleh karena itu, menurut beliau, dibutuhkan pendekatan cerdas dan inovatif, tidak hanya mengandalkan cara-cara lama.

Baca Juga  Gemilang di Jatim, Bondowoso Raih 4 Penghargaan Bangga Kencana 2025

“Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak transformasi ini. Kita dorong kerja ekstra-helix, kolaboratif, lintas sektor, dan berbasis teknologi,” ucap Bupati.

Transformasi Pertanian Menuju Agribisnis dan Industri

Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tengah mendorong transformasi pertanian melalui digitalisasi, perluasan asuransi tani, sertifikasi produk, dan peningkatan kapasitas SDM.

Harapannya, masyarakat agraris tidak hanya bertahan di sektor primer, tetapi mulai bergerak ke sektor jasa dan industri, terutama agribisnis.

“Kami ingin ini tidak berhenti pada regulasi semata, tetapi menjadi gerakan budaya yang mengakar dan menjadi identitas masyarakat Bondowoso,” ujarnya optimis.

Inisiatif Pertama di Tapal Kuda dan Potensi Nasional

Menurut laporan yang diterima Bupati, Klinik Pertanian ini merupakan inisiatif terintegrasi pertama di kawasan Tapal Kuda, bahkan bisa jadi di tingkat nasional. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bondowoso.

Baca Juga  Dukung Penguatan Ketahanan Pangan, Pj Nizhamul Hadiri Penyerahan Bantuan Pertanian Oleh Mentan RI

“Dengan pola seperti ini, kita tidak hanya bicara produksi, tapi juga menciptakan nilai tambah hingga ke sektor usaha milik desa dan koperasi. Ini adalah awal dari lompatan besar menuju Bondowoso yang tangguh dan unggul,” tutup Bupati Hamid Wahid dalam sambutannya.

Acara ini juga diramaikan oleh kehadiran pelaku usaha pertanian, penyuluh, perbankan, dan berbagai elemen masyarakat, menunjukkan kuatnya dukungan terhadap ekosistem pertanian yang sedang dibangun di Bondowoso.

Penulis : Suk

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Tanjung Balai Hadiri Rembuk Tani Gerakan Tanam Padi Serentak di Kelurahan Sijambi
Razia Penginapan dan Kos-Kosan Satpol-PP Kota Tanjung Balai dan Tim Gabungan Jaring 13 Pasangan Bukan Suami Istri
Tanggulangi Kekeringan Persawahan, Pemkab Batu Bara Normalisasi Sungai Sipare-pare
Bupati Batu Bara Gerakkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Hempang Aliran Sungai Ramunia
Warga Rahong Utara NTT Keluhkan Pupuk Bersubsidi Tidak Tepat Sasaran
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Tinjau Lahan Sawah Percontohan Dinas Pangan dan Pertanian
Simbol Komitmen: Pecah Kendi dan 130 Ton Pupuk untuk Petani Bondowoso
Launching Klinik Pertanian Bondowoso: Langkah Nyata Menuju Petani Berkualitas

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 12:47 WIB

Wakil Wali Kota Tanjung Balai Hadiri Rembuk Tani Gerakan Tanam Padi Serentak di Kelurahan Sijambi

Minggu, 15 Februari 2026 - 17:37 WIB

Razia Penginapan dan Kos-Kosan Satpol-PP Kota Tanjung Balai dan Tim Gabungan Jaring 13 Pasangan Bukan Suami Istri

Rabu, 28 Januari 2026 - 23:58 WIB

Tanggulangi Kekeringan Persawahan, Pemkab Batu Bara Normalisasi Sungai Sipare-pare

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:11 WIB

Bupati Batu Bara Gerakkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Hempang Aliran Sungai Ramunia

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:43 WIB

Warga Rahong Utara NTT Keluhkan Pupuk Bersubsidi Tidak Tepat Sasaran

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page