Bondowoso, Tempotimur.com – Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi meluncurkan Klinik Pertanian, sebuah terobosan baru yang digagas untuk menjawab beragam permasalahan yang dihadapi para petani di daerah.
Acara launching perdana ini digelar di Desa Maesan, menjadi simbol dimulainya transformasi pelayanan pertanian yang lebih dekat, cepat, dan tepat sasaran.
Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, H. Tohari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Klinik Pertanian ini merupakan komitmen bersama dalam mewujudkan pertanian Bondowoso yang berkualitas, (10/25).
“Kami menargetkan satu desa satu klinik pertanian atau minimal satu kios yang terintegrasi dengan layanan klinik pertanian. Mengapa kios? Karena setiap petani pasti datang ke kios, terutama untuk kebutuhan pupuk subsidi. Di sana akan terjadi interaksi langsung antara petani dan PPL,” ujarnya.
Klinik pertanian ini akan menjadi tempat konsultasi dan solusi. Ketika petani menghadapi kendala, baik dalam hal RDKK, kesalahan data, atau masalah teknis pertanian, mereka bisa langsung menyampaikan ke PPL.
“Jika permasalahan melebihi kapasitas PPL, maka akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan para formulator dan ahli pertanian yang telah siap mendukung program ini, ” terangnya.
Tohari juga menyampaikan bahwa saat ini klinik pertama telah berdiri di Desa Maesan, dan akan terus dikembangkan ke seluruh kecamatan, bahkan desa-desa lainnya.
“Kami yakin, jika Dinas Pertanian, para PPL, dan mitra petani bekerja sama, cita-cita menjadikan Bondowoso sebagai lumbung pangan berkualitas bisa kita wujudkan bersama,” tegasnya.
Meskipun anggaran masih terbatas, yaitu sekitar 11 juta rupiah di RKA Pertanian, Tohari menekankan bahwa semangat dan kreativitas menjadi kunci sukses program ini.
Ia pun mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pertanian, PPL, petani pelopor, mitra swasta, hingga dukungan dari Bank Jatim Cabang Bondowoso.
Menariknya, Klinik Pertanian ini akan buka setiap hari kerja, memberikan layanan konsultasi oleh para ahli pertanian lokal, termasuk Dr. Rasmono yang telah siap bergabung membuka praktek di klinik tersebut.
Dengan hadirnya Klinik Pertanian, diharapkan petani tidak lagi merasa sendiri menghadapi tantangan.
“Mereka kini punya tempat berkeluh kesah, berdiskusi, dan mendapatkan solusi nyata. Sebuah langkah maju untuk pertanian Bondowoso yang lebih maju dan sejahtera.” ujarnya.
Penulis : Suk




















