Bondowoso, Tempotimur.com – Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Adi Krisna, menyampaikan bahwa pemerintahan Kabupaten Bondowoso di bawah kepemimpinan Drs. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Pd.I. saat ini tidak memulai dari nol, melainkan dari kondisi “minus”.
Oleh karena itu, berbagai tantangan dan keterbatasan yang dihadapi harus disikapi secara bertahap dan terstruktur.
“Usia pemerintahan ini baru empat bulan. Kalau dianalogikan seperti pesawat, kita masih dalam tahap persiapan untuk lepas landas. Tapi saya yakin, visi dan misi Bondowoso Berkah akan tercapai dalam lima tahun ke depan,” tegas Adi Krisna, Senin (9/6).
Menurutnya, sanksi pengurangan anggaran sebesar Rp30 miliar yang terjadi akibat tidak terlaksananya program infrastruktur pariwisata tahun 2023 adalah bagian dari tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
Ia mencontohkan proyek wisata seperti Megasari yang saat ini kondisinya terbengkalai sebagai imbas dari program yang tidak jalan sebelumnya.
“Pemerintahan sekarang ini mewarisi banyak keterbatasan. Infrastruktur, dana enzim, hingga berbagai fasilitas dasar tidak sepenuhnya tersedia. Tapi dengan semangat kolaboratif dan kerja keras, saya optimis semuanya bisa dibenahi secara bertahap,” lanjutnya.
Terkait BPJS Ketenagakerjaan, Adi menyarankan agar program tersebut lebih tepat dikoordinasikan melalui dinas teknis yang relevan, misalnya Dinas Pertanian, terutama untuk mendukung para petani dan pekerja sektor informal yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Doktrin Partai Golkar adalah karya kekaryaan. Kami hadir bukan hanya untuk berbicara, tapi untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat. Itulah yang terus kami dorong di Bondowoso,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Adi Krisna juga menyampaikan bahwa Bupati Bondowoso telah melakukan uji coba perbaikan infrastruktur jalan, dan program tersebut diharapkan akan segera berjalan dalam waktu dekat.
Penulis : Suk

















