Cerpen: Penulis/Amatus.Rahakbauw
Editor Amatus.Rahakbauw
Kabut masih menggantung di lereng-lereng Pegunungan Arfak ketika Gubernur Dominggus Mandacan menginjakkan kaki di Distrik Catubouw. Hujan yang mengguyur semalaman memicu longsor, menimbun rumah warga dan memutus akses jalan. Namun, di tengah keterbatasan dan medan yang sulit, ada secercah harapan—sosok pemimpin yang datang membawa bantuan dan penghiburan.
Warga menyambut dengan mata berkaca-kaca. Bukan hanya karena bantuan sembako dan peralatan dapur yang mereka terima, tapi karena kehadiran seorang pemimpin yang mau turun langsung, berjalan kaki menembus lumpur demi melihat kondisi rakyatnya.
“Bumi Cenderawasih bukan hanya indah karena alamnya,” ujar Gubernur Dominggus kepada warga, “tapi juga karena orang-orangnya yang saling peduli dan berbagi kasih.”
Senyum anak-anak yang menerima pakaian hangat dan makanan bergizi menjadi potret nyata kasih yang tak terbatas oleh jabatan. Bagi mereka, bantuan bukan sekadar materi, tapi bukti bahwa mereka tidak dilupakan.
Cerita ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa saling peduli dan memberi tidak harus menunggu bencana. Dari Pegunungan Arfak yang mempesona, terpancar pesan bahwa kasih yang tulus akan selalu menemukan jalannya—menembus kabut, mendaki bukit, dan menghangatkan hati.














