Kasih Tulus di Balik Kabut Pegunungan Arfak Nan Mempesona

- Penulis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Cerpen: Penulis/Amatus.Rahakbauw
Editor Amatus.Rahakbauw

Kabut masih menggantung di lereng-lereng Pegunungan Arfak ketika Gubernur Dominggus Mandacan menginjakkan kaki di Distrik Catubouw. Hujan yang mengguyur semalaman memicu longsor, menimbun rumah warga dan memutus akses jalan. Namun, di tengah keterbatasan dan medan yang sulit, ada secercah harapan—sosok pemimpin yang datang membawa bantuan dan penghiburan.

Warga menyambut dengan mata berkaca-kaca. Bukan hanya karena bantuan sembako dan peralatan dapur yang mereka terima, tapi karena kehadiran seorang pemimpin yang mau turun langsung, berjalan kaki menembus lumpur demi melihat kondisi rakyatnya.

“Bumi Cenderawasih bukan hanya indah karena alamnya,” ujar Gubernur Dominggus kepada warga, “tapi juga karena orang-orangnya yang saling peduli dan berbagi kasih.”

Baca Juga  “Jurnalisme dan Nurani: Menulis dengan Hati, Bukan Ego”

Senyum anak-anak yang menerima pakaian hangat dan makanan bergizi menjadi potret nyata kasih yang tak terbatas oleh jabatan. Bagi mereka, bantuan bukan sekadar materi, tapi bukti bahwa mereka tidak dilupakan.

Cerita ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa saling peduli dan memberi tidak harus menunggu bencana. Dari Pegunungan Arfak yang mempesona, terpancar pesan bahwa kasih yang tulus akan selalu menemukan jalannya—menembus kabut, mendaki bukit, dan menghangatkan hati.

Berita Terkait

Hutan Menangis, Negeri Terdiam
Ketika Alam Mulai Menagih
Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran
Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami
Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan
Jaga Marwah dan Identitas Kabupaten Batu Bara Serukan Pelestarian Budaya Melalui Peringatan Hari Bertanjak Sedunia 2026
MBG Tanjung Tiram dipertanyakan: 67 Instansi, baru 23 Terlayani 44 Masih Menunggu
Prabowo Terapkan “Politik Othello”: Rangkul Lawan Jadi Sekutu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:35 WIB

Hutan Menangis, Negeri Terdiam

Jumat, 25 September 2026 - 11:33 WIB

Ketika Alam Mulai Menagih

Rabu, 23 September 2026 - 09:42 WIB

Sepuluh Program Prioritas Baharuddin-Syafrizal, Delapan Berjalan Maksimal, Dua Terkendala Anggaran

Sabtu, 19 September 2026 - 10:11 WIB

Jangan Rusak Hutan, Laut dan Tanah Kami

Rabu, 16 September 2026 - 14:00 WIB

Hari Tanjak Sedunia 2026, Dari Istana Niat Lima Laras, Batu Bara Teguhkan Semangat “Bertanjak” untuk Kemajuan, Budaya dan Kesejahteraan

Berita Terbaru

Berita Utama

Adik Kepala BNPB Jadi Tersangka Korupsi, BNPB Hormati Proses KPK

Kamis, 15 Okt 2026 - 13:42 WIB

You cannot copy content of this page