Usai Di Pecat, 4 Aparat Desa Mengadukan Ke Kantor DPMD Mabar, Ini Tanggapannya

- Penulis

Senin, 13 Januari 2025 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Labuan Bajo —  Setelah menerima Surat Keputusan (SK) pemecatan dari Kepala Desa Galang Kecamatan Welak pada tanggal 09 Januari kemarin, 4 aparat desa melakukan pengaduan ke Dinas Pemberdayaan Dan Masyarakat Desa (DPMD) Manggarai Barat, Senin (13/01/2025) siang.

Menurut pengakuan dari pihak korban, pihaknya akan mengadukan soal pemberhentian ini beralasan tidak dijelaskannya dasar pemecatannya alias bingung.

Akhirnya mereka ber-4 menemui pemerintah kecamatan Welak untuk berkonsultasi tetapi camat sendiri juga kebingungan atas keputusan kepala desa tersebut.

“Setahu saya, dalam prosedur pemecatan aparat desa perlu diberitahu kepada pemerintah kecamatan untuk konfirmasi, lalu dari pihaknya akan melakukan survey terlebih dahulu untuk mencari tahu dasarnya”, ungkap camat Welak kepada 4 aparat tersebut.

Baca Juga  Kanit Reskrim Polsek Medang Deras Patroli Lokasi Rawan Kecamatan Medang Deras

Menurut pengakuan korban, bahwa mereka pernah menerima surat peringatan pertama (SP1) dan surat Peringatan ke-2 pada bulan Mei tahun 2024 kemarin karena tidak kedisiplinan, tetapi setelah itu mereka tetap berkantor terus.

“Kalau hanya gara-gara sepucuk surat peringatan itu, sangat tidak mungkin menjadikan alasan untuk kami dipecat”, ucap Hermanto Juanda kepada media usai temui Kadis DPMD

Disampaikannya, pihaknya masih berkeberatan dan belum puas setelah ketemu dengan Kepala Dinas DPMD, Pius Baut.

Kemudian, keempat perangkat desa ini mendatangi kantor DPMD Manggarai Barat setelah pemecatan yang dilakukan oleh kepala desa Galang, Dionisius Maun pada 9 Januari 2025 lalu.

Diantaranya adalah Fransiskus Menggol, Hermanto Juanda, Afrida Jelita dan Agustinus Pantiarso.

Baca Juga  Akhirudin Dorong Kolaborasi Tingkatkan Minat Baca Anak di Murung Raya

Mereka kemudian diterima oleh kepala dinas PMD, Pius Baut di ruanganya.

Kadis Pius Baut, menjelaskan bahwa keempat perangkat desa Galang tersebut belum memahami alasan di balik pemecatan tersebut.

“Keempat aparat desa ini sama-sama belum memahami kenapa diberhentikan sehingga kami tadi putuskan fungsi. Kami di sini adalah pembinaan dan pengawasan pemerintahan desa. Atas dasar fungsi itu, kami nanti akan memediasi, memanggil kepala desa, camat dan keempat perangkat desa hari kamis tanggal 16 Januari 2025 mendatang,” katanya kepada media ini.

Ditambahkannya, soal kewenangan pemberhentian perangkat desa memang haknya kepala desa asalkan sesuai dengan regulasi kewenangan kepala desa.

“Tapi konsultasi dengan pemerintah kecamatan hal ini camat Welak memang suatu kewajiban. Sesudah rekomendasi camat diteruskan kepada kami, supaya kita memahami persis duduk persoalannya, kita hadirkan kedua pihak, lalu kita mengacu pada regulasi”, jelas Kadis Pius Baut

Baca Juga  Pimpin Apel Perdana, Pj. Bupati Nizhamul Fokuskan Kemajuan Bidang Kemasyarakatan dan Pemerintahan

Ia menegaskan, bahwa dirinya belum bisa mengambil suatu keputusan atas perbuatan Kepala Desa Galang terhadap aparat desanya.

“Saya belum bisa mengambil kebijakan dikarenakan belum tau persis permasalahannya. Soalnya dari pengakuan pihak korban bahwa mereka telah menerima Surat Peringatan Pertama (SP1) dan Surat Peringatan kedua (SP2) pada bulan Mei 2024 kemarin, berisi teguran dari kepala desa kepada 4 korban karena tidak kedisiplinan kerja”, tutup Kepala Dinas DPMD Manggarai Barat

 

Penulis : Fil

Editor : M Hamdani Batubara

Berita Terkait

Bupati Batu Bara Bersama Anggota DPR RI Sugiat Santoso Salurkan 4 Ekor Sapi dan 1 Ton Beras
Dina Maulidah Apresiasi Lomba Cerdas Cermat Karang Taruna Murung Raya
Kabut Asap Makin Pekat, Tuti Marheni Imbau Warga Murung Raya Jaga Kesehatan
Rejikinoor Dukung Penerapan BLUD di Seluruh Puskesmas Murung Raya
Mahyono Dorong Pemda Murung Raya Perkuat Dukungan bagi Petani
Kabut Asap Makin Pekat di Murung Raya, Sutrisno Imbau Warga Jaga Kesehatan
Hari Santri Nasional 2026, Johansyah Ajak Masyarakat Dukung Pesantren
Dina Maulidah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di Murung Raya

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Bupati Batu Bara Bersama Anggota DPR RI Sugiat Santoso Salurkan 4 Ekor Sapi dan 1 Ton Beras

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Dina Maulidah Apresiasi Lomba Cerdas Cermat Karang Taruna Murung Raya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, Tuti Marheni Imbau Warga Murung Raya Jaga Kesehatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Rejikinoor Dukung Penerapan BLUD di Seluruh Puskesmas Murung Raya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Mahyono Dorong Pemda Murung Raya Perkuat Dukungan bagi Petani

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page