Batu Bara — Dato’ Muhammad Zaki
dato’ Kedatukan Tanah Datar berdiskusi dengan dua Zuriat Kedatukan yang ada di Kabupaten Batu Bara, yang diantaranya, Zuriat Kedatukan Limapuluh, Dato Wan Nasrul Huda, dan Wan Elfi Mahsuri, kemudian Zuriat Kedatukan Limau Purut, Dato’ Wan Mulkan, Kamis (10/10).
Pertemuan berlangsung hikmat di Rumah Makan ‘Kawan Kito’ Pasar Miring Kelurahan Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi juga di hadiri Abdul Haris
Ketua Organisasi Himpunan Telangkai Pemberdayaan Adat Melayu (HITPAM) didampingi Penasehat H. Ishak dan Anggota Hamdan serta Muhammad Zaki.
Dalam Pertemuan tersebut dilangsungkan dengan musyawarah tentang pembentukan Kesultanan Batu Bara, yang nanatinya akan dibentuk setelah mendapat kesepakati dari Zuriat Kedatukan yang ada di Kabupaten Batu Bara.
Pada kesempatan itu Dato’ Muhammad Zaki dari Zuriat Kedatukan Tanah Datar yang berkedudukan di Semananjung Perak Malaysia, menuturkan, Kepulangan nya ke Kampung Kelahiran Nenek Moyangnya, untuk merangkul dan menyimpul kembali semua sanak sanak family yang ada di Kabupaten Batu Bara.
Menurut dia Adat Melayu Wajib dijaga dan dibangun kembali dengan mempererat hubungan tali silaturrahmi. ” Untuk itu saya pulang kembali kekampung halaman bertujaun menjalin kembali silaturrahmi yang terputus.
Selain menyampaikan niatnya akan membangun Kesultanan di Kabupaten Batu Bara, pada kesempatan yang berbahagia itu Dato’ Muhammad Zaki menyampaikan Visi dan Misi membangun Kesultanan di Kabupaten Batu Bara.
Dia juga menceritakan, perjalanan sejarah tentang diri dan silsilah keturunannya, dengan linangan air mata.
(Red)






















