Kajian LCA Terhadap Eco-Inovasi PLTA Paritohan

- Penulis

Kamis, 21 Maret 2024 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Toba | Tempo Timur – PT Indonesia Asahan Aluminium atau INALUM berhasil mengintegrasikan program Eco-Inovasi di Kawasan PLTA Paritohan dengan kajian Life Cycle Assessment (LCA) berdasarkan SNI ISO 14040:2016 dan SNI ISO 14044:2017, Kamis 21/3/2024.

Sinergi ini memberikan dampak signifikan dalam hal operasional PLTA INALUM di Paritohan menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Hal tersebut, menjadikan INALUM Unit Paritohan mendapatkan Proper Emas 2023 dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Corporate Secretary INALUM Mahyaruddin Ende menyebut bahwa keberhasilan adaptasi ini merupakan hasil dari usaha rekan-rekan di Paritohan dalam menghadirkan teknologi ramah lingkungan dalam hal penyediaan energi terbarukan. Perusahaan berharap agar inovasi-inovasi ini dapat terus hadir dan bisa mewujudkan INALUM sebagai perusahaan modern yang ramah lingkungan.

“Akhirnya usaha inovasi dari INALUM Unit Paritohan dalam menyinergikan Kajian LCA dan Eco-Inovasi bisa membuahkan hasil. Tentu ini merupakan pencapaian terbaik karena perusahaan memang berkomitmen dalam menciptakan industri aluminium yang ramah lingkungan. Tentu saja ini akan membuat operasional PLTA Paritohan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi penyediaan listrik untuk kebutuhan peleburan,” ujar Mahyaruddin.

Baca Juga  DPRD Murung Raya Lakukan Kunjungan Kerja Ke Jogja Dalam Rangka Pelajari Keberhasilan Penanganan Pemukiman dan Kawasan Kumuh

Sebagai informasi, Kajian LCA merupakan pendekatan dari hulu ke hilir atau cradle to grave untuk menilai suatu sistem produk secara kuantitatif.Dengan melakukan penilaian daur hidup, pengambil keputusan dapat mempunyai dasar yang berbasis data dan fakta dalam mengambil keputusan. LCA dapat digunakan mulai dari perancangan produk, pengembangan proses produksi yang lebih baik, inovasi produk dan proses, meningkatkan sistem manajemen lingkungan, pemilihan produk atau proses serta pemilihan pemasok, mengkomunikasikan informasi lingkungan untuk produk yang dihasilkan oleh perusahaan, penetapan strategi perusahaan, sampai pengambilan keputusan untuk kebijakan dalam pemerintahan. LCA merupakan suatu alat ukur kuantitatif untuk pembangunan berkelanjutan.

Pada INALUM Unit PLTA Paritohan, Eco-Inovasi melalui pendekatan LCA dilakukan kepada 3 bendungan yang dimiliki oleh perusahaan dan berfokus pada Efisiensi Energi, Penurunan Emisi, dan Efisiensi Air.

Baca Juga  Warga Korban Banjir di Simpang Empat Mengeluh Belum Dapat Bantuan

Dalam hal Efisiensi Energi, PLTA INALUM melalui Regulator Dam mampu melakukan penghematan Energi hingga 14,232 GJ sehingga mampu meningkatkan efisiensi energi, produktivitas sumber daya, virtualisasi produk, dll. Sementara pada Penurunan Emisi, INALUM melakukan Penurunan Emisi GRK hingga 0,736 TonCO2eq dengan melakukan Isolating Power System With Switch-Gear.

Kemudian dalam aspek pengelolaan limbah B3, INALUM melakukan Reclaiming Lube-Oil dengan menggunakan metode vacuum treatment pada main transformer yaitu dengan mengganti proses dengan dengan yang lebih efisien dan efektif sehingga tingkat timbulan sampah tersebut lebih rendah (yaitu proses yang lebih eko-efisiensi). Hasil didapat dari inovasi ini adalah INALUM mampu mengurangi Limbah B3 hingga 1,16 Ton.

Baca Juga  Tak Punya Dasar Ahli Waris Alm Koenjtoe Minta Bank Tanah Segera Angkat Kaki Dari Tanah Miliknya

Sementara untuk Limbah Non-B3, INALUM berhasil memanfaatkan limbah stator coil pada generator sebagai bahan baku pendukung pembuatan aluminium ingot. Hasilnya Mempromosikan dan meningkatkan daur ulang, daur ulang, daur ulang, limbah (yaitu logistik, sistem pengambilan kembali, teknologi, dll. Serta berhasil mengurangi Limbah Non-B3 hingga 1,16 Ton.

Sementara dalam hal efisiensi air, INALUM menggunakan modifikasi rotasi sudut inlet refrigerator untuk optimalisasi proses pendinginan. Dengan proses ini, INALUM berhasil meningkatkan efisiensi Air hingga 1.088.640 m3.

Perusahaan berkomitmen dalam melakukan efisiensi energi dan mengoptimalkan penggunaan sumber energi terbarukan dan konservasi sumber daya alam. INALUM telah memperoleh sertifikasi ISO 50001:2018 yang memenuhi persyaratan standar internasional Sistem Manajemen Energi. INALUM mendapatkan penghargaan Nasional Laporan dan Komitmen Dalam Penerapan Manajemen Energi di bidang efisiensi energi pada tahun 2019 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Red

Berita Terkait

Dina Maulidah Apresiasi RUN Murung Raya HEBAT 2026, Dorong Jadi Agenda Tahunan
Kejagung Buka Suara! Isu Penangkapan Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ternyata Hoaks, Agus Flores: Jangan Terpancing!
OPS Patuh Toba 2026, Sat Lantas Polres Batu Bara Gencarkan Edukasi dan Penindakan Pelanggar Lalu Lintas
Bank Sampah Berseri Binaan Inalum Gandeng MIS Al Mukhlisin Kuala Tanjung
Satu Ruko Jual Makanan Ringan di Kota Lima Puluh Terbakar, Begini Keterangan Saksi ke Polisi
Gelar Minggu Kasih Keliling Kapolres Batu Bara Sampaikan Pesan Kamtibmas di Gereja GKPI
Kapolres Fakfak Ingatkan Pelajar Tidak Berkendara Tanpa SIM, Dua Siswa MAN Dapat Apresiasi
331 Siswa SMA Negeri 1 Fakfak Ikuti TKA 2026, Pelaksanaan Dibagi Dua Gelombang

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:31 WIB

Dina Maulidah Apresiasi RUN Murung Raya HEBAT 2026, Dorong Jadi Agenda Tahunan

Selasa, 3 November 2026 - 21:28 WIB

Kejagung Buka Suara! Isu Penangkapan Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ternyata Hoaks, Agus Flores: Jangan Terpancing!

Selasa, 3 November 2026 - 15:23 WIB

OPS Patuh Toba 2026, Sat Lantas Polres Batu Bara Gencarkan Edukasi dan Penindakan Pelanggar Lalu Lintas

Selasa, 3 November 2026 - 14:21 WIB

Bank Sampah Berseri Binaan Inalum Gandeng MIS Al Mukhlisin Kuala Tanjung

Senin, 2 November 2026 - 13:05 WIB

Satu Ruko Jual Makanan Ringan di Kota Lima Puluh Terbakar, Begini Keterangan Saksi ke Polisi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page