TANJUNGBALAI | TEMPO TIMUR – Aktivis Pemuda Tanjungbalai Bersatu (APTB) geruduk kantor Kejaksaan Negeri Tanjungbalai di Jalan Sudirman, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Senin (3/7).
Aksi tersebut terkait status WhatsApp (WA) dari oknum Kasi Intelijen Kejari (Kasintel) Tanjungbalai inisial (AS) menghina aktivis di Kota Tanjungbalai beberapa hari yang lalu.
Dalam statusnya, AS menuliskan ‘hari ini an**ng, besok b*bi, lusa mo*”et, akhirnya jadi t*ik’, dengan foto background spanduk aksi aktivis Kota Tanjungbalai saat melakukan demo di depan kantor Kejari Tanjungbalai beberapa minggu yang lalu.
Dalam orasi salah satu peserta aksi, Andrian Sulin mengatakan, AS tidak pantas mengatakan hal yang sangat merendahkan martabat aktivis Kota Tanjungbalai, karena bersangkutan pejabat publik bekerja dalam penegakan hukum yang sudah pasti memiliki pendidikan tinggi.
“Kasi Intel AS telah merendahkan kami sebagai aktivis Kota Tanjungbalai dengan mengupload foto spanduk aksi sahabat kami sewaktu demo beberapa waktu lalu. Itu duga telah menghina kami. Kami mendesak AS segera hengkang dari kota ini. Kalau tidak, kami akan selalu mendatangi kantor ini setiap minggunya,” tukasnya.
Aksi demo di warnai bakar ban bekas, demo yang menegangkan di sela-sela aksi bakar ban bekas, Kordinator Aksi, Ahmad Rolel sempat menuangkan sebotol bensin ke seluruh tubuhnya untuk aksi bakar diri. namun atas kesigapan massa aksi dapat menghalanginya
Selain itu Ramadhan Batubara dalam orasinya mendesak AS segera pergi dari Kota Tanjungbalai. Sebab menurutnya, tindakan AS sangat mempermalukan institusi Kejaksaan akibat ulahnya menghina aktivis di daerah itu.
“Setahun belakangan ini, tidak satu pun koruptor yang tertangkap atau berhasil dijadikan tersangka oleh Kejari Tanjungbalai. Ditambah hari ini, AS telah membuat sebuah tindakan yang menurut kami sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat,” paparnya.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungbalai, Rufina Ginting akhirnya bersedia menerima massa APTB di salah satu ruangan di kantor Kejaksaan setempat.
Dirinya meminta maaf dan berterima kasih atas masukan dari peserta aksi untuk Kota Tanjungbalai yang lebih baik kedepan. Massa aksi bubar setelah pertemuan dengan Kajari berakhir.(TFK)



















