BATU BARA | TEMPO TIMUR – Kecemasan dan kekhawatiran warga desa dan nelayan gambus laut muncul setelah melihat buaya berukuran besar ada dialiran sungai.
Lebihnya lagi, kekhawatiran itu setelah melihat buaya yang ada dialiran sungai lebih dari satu ekor. Dengan begitu warga tidak berani lagi memancing dipinggir aliran sungai, terutama nelayan yang biasanya beraktivitas hendak melaut.
Dikutip dari keterangan Edy mantan kepala dusun VIII Desa Gambus Laut pada Kamis 22 Juni 2023 dirinya mengaku melihat buaya ukuran besar itu saat hendak berangkat melaut.
Dikatakan nya, saat ini buaya ukuran besar berkeliaran di aliran sungai, kekhawatiran nelayan melintasi sungai pun meningkat setelah melihat buaya ukuran besar muncul di aliran Sungai.
Ia menduga buaya ukuran besar yang dilihatnya dialiran sungai Pematang polong itu jenis buaya katak sebab memiliki ukuran Pendek dan besar, diduga sedang mengintai anak lembu yang sedang berada di pinggir aliran sungai.
Diperkirakan panjangnya sekitar 3 meter lebih sedangkan besarnya sekitar dua keping papan lebih, “Saya saksi hidup, saya minta instansi yang terkait segera menangkapnya, karna kami sudah sangat resah, mau masang bubu di sungai pun sudah tidak berani, apalagi anak – anak kami sering mandi di sungai itu,”ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan nya, sebelumnya warga juga sempat heboh, saat anak-anak menemukan buaya ukuran sedang, hendak menangkap burung bangau. Sempat dijaring namun tidak berhasil di tangkap, tutupnya.
Terpisah, Kepala desa Gambus laut mengeluarkan surat himbauan agar masyarakat khususnya nelayan lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi aliran sungai Titi payung dan sungai kubah serta muara desa gambus Laut.
“Surat himbauan berkenaan dengan penampakan buaya untuk menindaklanjuti laporan masyarakat tentang adanya penemuan atau melihat buaya di aliran sungai Titi Payung dan Sungai Kubah serta Muara Desa Gambus Laut Kecamatan Lima Puluh Pesisir,”kata Kepala desa melalui surat himbauan nya.
Selain menghimbau kepada masyarakat, melalui surat himbauan itu kepala desa mengatakan, Pemerintah desa sudah meminta kepada Instansi yang berwenang yaitu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Asahan.
“Saat ini sedang ditangani oleh Instansi tersebut,namun untuk mempermudah pihak BKSDA untuk menangkap dan mengevakuasinya,”ujar Zaharuddin Kepala desa Gambus laut dalam surat himbauan nya.
Tak hanya itu ia juga mengharapkan peran serta masyarakat, jika masih ada yang melihat langsung buaya tersebut agar bisa secepatnya melaporkan kepada kepala Dusun masing-masing dan membawa kamera agar mengambil photo dan memastikan lokasi dimana Buaya ditemukan.
Sementara Kepala Badan (Kaban) BPBD Kabupaten Batu Bara dikonfirmasi terkait sudah sejauh mana penanganan yang dilakukan Pemerintah belum mengangkat telepon wartawan.
Dan




















