Ketua BEM STIH Maksi Towansiba Soroti Pengembalian Dana Kesehatan Rp50 Miliar ke Kas Negara

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

MANOKWARI —  Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Maksi Towansiba menyoroti besarnya dana sektor kesehatan yang dikembalikan ke kas negara oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat. Pernyataan tersebut disampaikan di Manokwari, Jumat (10/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ketua BEM STIH Maksi Towansiba, sektor kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang menjadi prioritas bagi masyarakat Papua Barat.

Hal itu, katanya, sejalan dengan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang menempatkan kesehatan sebagai salah satu sektor utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan, sebagai aturan yang bersifat khusus (lex specialis), Undang-Undang Otonomi Khusus Papua bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemerataan akses dan mutu pelayanan kesehatan.

Namun, ia menyebut realisasi pemanfaatan anggaran kesehatan dinilai masih sangat rendah. Dari total alokasi anggaran sebesar Rp50 miliar, menurutnya hanya sekitar Rp2,3 miliar atau 4,6 persen yang terealisasi, sedangkan sisanya dikembalikan ke kas negara.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pengelolaan anggaran di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.

Ia menilai rendahnya penyerapan anggaran berpotensi menghambat peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta dapat memengaruhi citra pemerintah daerah.

Atas kondisi tersebut, BEM STIH Maksi Towansiba menyampaikan tiga tuntutan. Pertama, meminta Gubernur Papua Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja, manajemen, dan sistem kerja Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.

Kedua, dalam waktu dekat BEM bersama elemen pemuda, mahasiswa, dan masyarakat berencana menggelar aksi damai untuk menyampaikan aspirasi secara langsung di Kantor Gubernur Papua Barat.

Ketiga, mereka menyatakan akan menggelar gerakan yang lebih besar dan terkoordinasi apabila tidak terdapat tindak lanjut maupun langkah nyata dari pemerintah dalam meningkatkan pengelolaan anggaran kesehatan demi pemenuhan hak masyarakat Papua Barat atas layanan kesehatan.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Barat maupun Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat terkait pernyataan dan tuntutan yang disampaikan BEM STIH Maksi Towansiba.

 

Penulis : Amatus Rahakbauw, K

Berita Terkait

Dina Maulidah Hadiri Puncak Peringatan HKG PKK ke-54 Nasional di Makassar
Johansyah Pimpin DPC PPP Murung Raya Periode 2026–2031
Bupati Batu Bara Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Lima Puluh
Pertamina EP Rantau, Tanam Ratusan Pohon,Wilayah Operasional
Ketum PWDPI Berikan Dukungan Penuh Kepada Ketua Dewan Pembina : Pilihan Dang Ike Bukti Kerendahan Hati Dan Totalitas Mengabdi
Dang Ike Tegaskan Tak Lagi Gunakan Jabatan Kepaksian Pernong, Pilih Fokus sebagai Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Lampung
Ribuan Jemaat Semarakkan Pembukaan Sinode Umum XXV GKE di Murung Raya
DPRD Dukung Pelebaran Jalan Kota Muara Teweh untuk Dorong Kemajuan Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:13 WIB

Dina Maulidah Hadiri Puncak Peringatan HKG PKK ke-54 Nasional di Makassar

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:29 WIB

Johansyah Pimpin DPC PPP Murung Raya Periode 2026–2031

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:29 WIB

Bupati Batu Bara Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Lima Puluh

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:28 WIB

Pertamina EP Rantau, Tanam Ratusan Pohon,Wilayah Operasional

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:14 WIB

Ketum PWDPI Berikan Dukungan Penuh Kepada Ketua Dewan Pembina : Pilihan Dang Ike Bukti Kerendahan Hati Dan Totalitas Mengabdi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page